KADIN NTB Mengaji, UAS Kampanyekan Gerakan Belanja di Warung Tetangga

0
KADIN NTB Mengaji dengan mendatangkan Ustadz Abdul Somad di Islamic Center NTB (Suara NTB/ist)

Penceramah kondang Ustadz H. Abdul Somad Ph.D (UAS) mengkampanyekan gerakan berbelanja di warung tetangga. UAS datang ke Mataram Sabtu, 30 Juli 2022 untuk mengisi kegiatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Mengaji yang bertempat di Ballroom Islamic Center NTB.

Labih dari seribu jemaah menghadiri pengajian yang pertama kali digelar KADIN NTB ini. Jemaah terdiri dari unsur pengusaha dari berbagai entitas bisnis, dari kelas UMKM, hingga kelas besar.

Ustadz Abdul Somad dalam cerahamnya menjelaskan pentingnya gerakan berbelanja di warung tetangga agar ekonomi tidak didominasi segelintir orang.

“Kalau ekonomi dikuasai segelintir orang, lalu dia kabur, hilang semuanya. Tapi kalau ekonomi bisa merata, maka disitulah kebangkitan ekonomi itu,” katanya.

Menurutnya, tidak menjadi soal, berbelanja di warung tetangga meskipun harganya lebih tinggi. Namun perlu diingat, transaksi itulah yang akan membantunya mampu menyekolahkan anak-anaknya. Memberdayakan masyarakat sekitarnya, bersedekah, dan bisa membantu masyarakat miskin lainnya.

UAS juga menyampaikan, dengan saling menguatkan ekonomi umat, maka di situlah derajat bisa terangkat dan ia akan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kekayaan itu menurutnya penting, bahkan dengan kekayaanlah, keselamatan dunia dan akhirat bisa diraih.

“Mau pergi haji, duit. Mau sedekah, duit. Mau santuni anak yatim, duit. Beri makan fakir miskin, duit. Mau bangun tempat ibadah, duit. Jadi yang paling layak cepat masuk surga adalah orang yang berduit,” katanya.

Dengan alas an itulah mengapa ia sering meng endorse produk-produk UMKM di media sosialnya, dari makanan, minuman, fesyen dan lainnya. Harapannya, produk-produk tersebut akan banyak terjual agar ekonomi UMKMnya kuat.

Karena itu, ia juga berpesan agar para pengusaha untuk saling mengangkat derajat masyarakat di sekelingnya, atau yang membutuhkan.  Antara pengusaha harus melakukan kerjasama apa yang bisa dilakukan untuk saling menguatkan ekonomi yang lain.

“Sering-seringlah berkumpul, bermudharabah, dan bermusyarakah. Sehingga akan bangkit ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengisahkan perjuangan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW yang banyak bergelut dalam perniagaan, mudharabah, dan musyarakah.

UAS dalam ceramahnya juga menyampaikan tentang riba. Di Provinsi NTB, menurutnya tidak ada alasan riba bertumbuh di provinsi ini. Karena NTB menjadi provinsi percontohan di Indonesia.

“Bank Syariahnya, masjid terbanyaknya, begitu juga dengan paguyuban muslimahnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua KADIN Provinsi NTB, H. Faurani, SE, MBA mengatakan, kegiatan KADIN NTB mengaji adalah penyeimbang antara dunia dan akhirat. KADIN NTB saat ini tengah menggencarkan ekonomi syariah untuk mengakselerasikan NTB  yang dikenal sebagai provinsi religius ini.

“Kami juga akan masuk ke pesantren-pesantren, memotivasi menjadi pengusaha dan mendorong berniaga secara syariah,” demikian Faurani.(bul)