Diterima Bupati Lobar, 265 Mahasiswa Unizar Mataram Ikuti KKN-PPM Ke-XV

0
Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid menyematkan topi kepada perwakila mahasiswa KKN-PPM XV Unizar Mataram sebagai tanda diterimanya mahasiswa. Bupati didampingi Rektor Unizar, Muh. Ansyar (kedua dari kiri), dan Sekda Lobar, H. Baehaqi.(Suara NTB/ron)

Giri Menang (Suara NTB) —Sebanyak 265 mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram mengikuti Kuliah Kerja Nyata — Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Ke-XV tahun 2022 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Lombok Tengah. Mereka diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid di Aula Kantor Bupati Lobar, Senin (1/8) saat acara Pelepasan Mahasiswa KKN-PPM XV.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP.; Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H. Baehaqi; Ketua Panitia KKN-PPM XV Unizar Mataram, Fahrul Irawan, S.Pt, M.Si, Ph.D.; unsur pimpinan dan dosen Unizar Mataram; pejabat di Setda Lobar; dan para mahasiswa peserta KKN-PPM XV. KKN-PPM kali ini mengusung tema Pengembangan Desa Wisata Berbasis Sumber Daya Lokal.

Foto bersama Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid (tiga dari kiri), Rektor Unizar, Muh. Ansyar (empat dari kiri), Sekda Lobar, H. Baehaqi (dua dari kiri), dan mahasiswa perwakilan peserta KKN-PPM.
(Suara NTB/ron)

Diterimanya para mahasiswa KKN-PPM XV Unizar Mataram ditandai dengan penyematan topi KKN oleh Bupati Lobar kepada dua orang perwakilan mahasiswa KKN-PPM Unizar Mataram di akhir acara.

Ketua Panitia KKN-PPM XV Unizar Mataram, Fahrul Irawan, S.Pt, M.Si, Ph.D., dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Lobar yang telah memperkenankan Unizar melaksanakan KKN-PPM tahun 2022 di Lobar. Jumlah peserta KKN-PPM tahun ini sebanyak 265 orang, dan merupakan salah satu KKN terbesar yang dilaksanakan oleh Unizar.

“265 orang tersebut dibagi menjadi 10 kelompok KKN. Kami menempatkan di enam desa di Lobar yaitu di Sekotong Barat, Kekait, Segerongan, Karang Bayan, Sesaot, dan Taman Ayu. Dan dua desa di Loteng, yaitu di Desa Bilebante dan Desa Lantan,” ujarnya.

Potensi alam yang menarik membuat panitia KKN memilih Lobar menjadi pusat KKN-PPM di tahun ini. “Kami melihat banyak potensi di Lobar, yang sudah berkembang dan akan berkembang. Kami menyesuaikan tema KKN sesuai dengan visi misi Unizar,” ujar Fahrul.

Rektor Unizar Mataram, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP., dalam sambutan sekaligus melepas mahasiswa peserta KKN-PPM mengatakan, bahwa NTB adalah salah satu destinasi wisata. Pihaknya ingin menggali potensi yang dimiliki oleh desa masing-masing untuk destinasi wisata.

“Kami ingin menggali potensi lokal di masing-masing desa. Untuk kali ini dua kabupaten untuk lokasi KKN, potensi untuk kembangkan wisata. Dalam kesempatan ini kami melepas 210 orang di kabupaten Lobar untuk selanjutnya dimanfaatkan sesuai potensi masing-masing,” ujar Rektor.
Menurut Rektor, ada dua tujuan KKN, yaitu menjadi pembelajaran bagi para mahasiswa dan sekaligus pengabdian kepada masyarakat, baik dari mahasiswa maupun dari perguruan tinggi.

Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid dalam sambutannya sekaligus menerima mahasiswa KKN-PPM mengatakan, banyak perguruan tinggi di daerah maupun luar daerah yang memilih Lobar sebagai lokasi KKN. Menurutnya, program KKN tidak harus selalu berbentuk program pembangunan fisik. Ia membagikan beberapa hal strategis yang menjadi prioritas di Lobar yaitu tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Industri Kecil Menengah (IKM), dan industri kreatif.

“Kelemahan masyarakat kita biasanya di manajemen. Semoga mahasiswsa masuk di konteks manajemen, memasarkan produk, bagaimana produk dikemas sehingga konsumen tertarik,” harap Bupati.

Ia juga menyinggung terkait desa wisata yang tengah menjadi tren di Lobar. Mahasiswa diharapkan bisa masuk untuk membina desa dari sisi kreativitas dan pemasaran desa wisata.
“Salah satu kelemahan kita di kontek UMKM, IKM, dan industri kreatif biasanya tidak tahan dengan ujian sehingga konsistensi jadi hilang, hanya memikirkan jangka pendek. Sehingga dengan adanya sentuhan dari mahasiswa KKN, keberlangsungan dari produk itu bisa berkelanjutan,” harapnya.

Di samping itu, Bupati juga menjelaskan mengenai problem yang dihadapi oleh Lobar, salah satunya persolan stunting. Ia meminta bantuan mahasiswa KKN-PPM terkait persoalan stunting.
“Persolan stunting tidak semata kemiskinan, lebih banyak masalah pola hidup. Pentingnya pola hidup sehat melalui rumah tangga. Permasalahan berikutnya adalah pernikahan dini, ini juga menjadi hulu dari persoalan stunting. Sengaja saya sampaikan permasalahan ini untuk memberikan peluang mahasiswa KKN, jangan hanya kegiatan dilihat dari pembangunan fisik. Pembangunan sosial memang tidak bisa langsung dilihat hasilnya, tapi memberikan dampak positif jangka panjang,” pungkas Bupati. (ron/*)