Tunggakan Lama Kerugian Negara di Mataram Belum Tuntas

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram perlu mengambil sikap tegas terhadap temuan kerugian negara. Pasalnya, tunggakan lama belum tuntas alias masih menjadi pekerjaan rumah. Pengajuan penghapusan belum disetujui oleh auditor negara.

Tunggakan kerugian negara tersebut di antaranya adalah, aset berupa pengadaan laptop, ipad, dan handytalky mantan anggota DPRD  tahun 2010 lalu. Potensi kerugian mencapai Rp300 juta lebih. Selanjutnya, tunggakan pajak parkir dan biaya pemotongan reklame yang belum tertagih mencapai ratusan juta. Serta, temuan berupa kelebihan volume pembangunan bale budaya, kelebihan bayar gaji pegawai, dan lain sebagainya.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menerangkan, secara keseluruhan tindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kantor Perwakilan NTB terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Mataram, baru mencapai 50 persen. Auditor negara kemudian meminta Pemkot Mataram, melakukan akselarasi untuk menyelesaikan tunggakan hutang jangka pendek dan jangka panjang.

Contohnya, pembayaran tunjangan tambahan pegawai di bulan Desember akan dibayar bulan Januari. “Ini dihitung sebagai hutang. Tetapi ini tidak diberikan form penyelesaian hutang oleh BPK,” kata Nelly kemarin.

Nelly mengklaim,secara keseluruhan untuk tindaklanjuti temuan pada laporan keterangan pertanggungjawaban daerah (LKPD) 2021 cukup bagus. Namun, pihaknya perlu mengidentifikasi dan mengklasifikan kembali tunggakan setiap tahunnya. Setiap tunggakan pasti ditandai dengan surat keterangan tanggungjawab mutlak (SKTJM) dari rekanan maupun organisasi perangkat terkait mekanisme penyelesaiannya.

Selain mengklasifikasikan temuan, pihaknya sedang mengusulkan penghapusan tunggakan beberapa tahun sebelumnya. Seperti,tunggakan pajak parkir sampai saat ini belum ditemukan perusahaan pengelola pajak parkir tersebut. Usulan tersebut sudah disampaikan tetapi belum mendapatkan respon dari auditor negara. “Tunggakan lama sedang diupayakan untuk mengajukan penghapusan,” tandasnya.

Ia menargetkan sebelum akhir tahun 2022, seluruh tunggakan baik itu temuan lama maupun yang baru bisa diselesaikan secara bertahap. Rencana aksi dinilai sangat penting untuk memetakan masing-masing persoalan. (cem)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

0
Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara Barat mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil sekalipun. Itulah cara Gubernur NTB,...

Latest Posts

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...

Kasus Tanah Eks GTI, Menteri ATR/BPN akan Cek ke Gili Trawangan

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan...