Tak Terima Disebut Eksploitasi Anak, Pecinta Kuda Gelar Demo, Anggap Joki Cilik Warisan Budaya

Bima (Suara NTB) – Surat Edaran (SE) nomor 709 Tahun 2022 yang dikeluarkan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, terkait joki cilik disebut bagian dari eksploitasi anak. Namun hal itu, ditentang oleh para Pecinta Kuda di Bima. Mereka menilai joki cilik adalah kekayaan dan warisan budaya.

Hal itu, disampaikan sejumlah orang yang mengatasnamakan pecinta kuda saat menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Bima, Kamis, 28 Juli 2022. Mereka mendesak Bupati dan Wakil Bupati Bima agar menarik kembali SE yang dikeluarkan pada tanggal 9 Juli 2022 tersebut.

“Pacuan kuda di Bima dan di pulau Sumbawa adalah tradisi turun temurun, dan joki cilik kekayaan dan warisan budaya,” ujar pendemo.

Selain itu, pacuan kuda yang tunggangi joki cilik merupakan ikon atau simbol kebanggan masyarakat Bima, umumnya di pulau Sumbawa. Pasalnya sudah ada sejak dulu, dan hingga kini menjadi warisan yang harus terus dilakukan. “Terbitnya SE ini sebagai bentuk diskriminasi terhadap warga Bima, terutama pecinta kuda,” ujarnya.

Jika dianggap tidak sesuai dengan aturan tentang anak, para pecinta kuda ingin agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mengaturnya dengan baik, bukan malah melarang atau ingin menghapusnya. “Harusnya diatur dengan baik dan lebih mengutamakan keamanan joki,” katanya.

Selain itu, para pecinta kuda menyorot Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang langsung memvonis bahwa joki cilik dalam pacuan kuda bagian dari kejahatan terhadap anak. Justru LPA dianggap telah melakukan diskriminasi terhadap anak sebagai joki cilik. “Kami tegaskan joki cilik warisan budaya yang harus dipertahankan,” ujarnya.

Untuk diketahui Bupati Bima mengeluarkan SE larangan terhadap joki cilik, ada 6 poin yang dimuat SE tersebut. Yang pertama, menyatakan dalam rangka Pemenuhan Hak Anak (PHA) dan Perlindungan Khusus terhadap Anak dari kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan bersifat diskriminatif di Kabupaten Bima.

Yang kedua, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Yang ketiga, Peraturan Daerah Kabupaten Bima Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak. Kemudian yang keempat, perlindungan khusus bagi anak merupakan suatu bentuk perlindungan yang diterima oleh anak dalam situasi dan kondisi tertentu untuk mendapatkan jaminan rasa aman terhadap ancaman yang membahayakan diri dan jiwa dalam tumbuh kembangnya.

Sementara yang kelima, menghentikan eksploitasi penggunaan Joki Cilik yakni anak di bawah 18 tahun dalam pacuan kuda karena melanggar HAM dan akan kehilangan hak dasar anak.

Serta yang keenam, diminta perhatian seluruh pihak untuk ikut mendukung dan berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak dengan mengimbau seluruh warga masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan termasuk eksploitasi anak.

Bupati Bima melalui Kabag Prokopim Setda Kabupaten Bima, Suryadin S.S. M.Si, dikonfirmasi menegaskan, polemik terkait joki cilik menjadi atensi Pemkab Bima. Bahkan hal itu akan diatur secara ketat dalam Peraturan Bupati (Perbup) dengan mengutamakan hak-hak anak.

“Joki cilik akan dibahas dan diatur secara ketat dalam Perbub, termasuk pendidikan anak. Hak-hak anak akan tetap diutamakan,” pungkasnya singkat. (uki)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...