Tahun Ini, NTB akan Berangkatkan 83 Awardee ke Malaysia

0
H. Zulkieflimansyah ( Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB kembali akan memberangkatkan sebanyak 83 awardee atau penerima beasiswa dengan tujuan belajar di sejumlah kampus di Malaysia. Ini merupakan bagian dari Program beasiswa 1000 Cendekia untuk menciptakan generasi  NTB yang berwawasan global.

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, tujuan belajar ke Malaysia bisa menjadi batu loncatan untuk membuka pikiran. Selain serumpun, hubungan Indonesia – Malaysia saling mendukung sejak lama. Gubernur berpesan agar penerima beasiswa membuat jaringan dengan komunitas internasional untuk membuka wawasan tentang dinamika global yang terjadi.

“Awardee kita dan generasi muda harus memanfaatkan peluang ini dengan sebaik baiknya”, kata Gubernur dalam acara Malaysian Week yang digelar oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) di Mataram, Rabu, 27 Juli 2022.

Sementara itu, CEO EMGS, Prof Mohammad Radzlan bin Jalaludin mengatakan, selain bertemu dengan awardee yang akan berangkat tahun ini, ia datang ke NTB untuk menemui para alumni yang telah lulus kuliah di Malaysia. Diharapkan agar mereka bisa berkiprah membangun daerah dan bangsa dengan ilmu pengetahuan dan jaringan yang dimilikinya.

“Terimakasih kepada Gubernur NTB atas program Beasiswa NTB yang telah mengirimkan ratusan mahasiswa ke Malaysia dan agar makin memperkuat hubungan silaturrahim serta kerjasama sebagai negara yang serumpun”, kata Radzlan.

Sementara itu Direktur LPP NTB Lalu Lauhul Hamdi mengatakan,Pemprov NTB akan memberangkatkan 83 mahasiswa ke Malaysia di bulan September 2022. Kehadiran pihak Malaysia di NTB dalam rangka mengenal para awardee dan memberikan sejumlah poin-poin penting sebelum penerima awardee mulai belajar di negeri jiran tersebut.

“Kami mengharapkan agar seluruh awardee dan alumni memiliki pengalaman yang lebih ketika mereka belajar di Malaysia,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada empat alasan Malaysia menjadi tujuan belajar yang bagus untuk mahasiswa. Pertama kualitas pendidikan yang baik, kedua biaya pendidikan yang cukup terjangkau, ketiga para penerima awardee berkesempatan menjadi “global citizen” karena di sana terdapat ribuan mahasiswa dari 160 negara di dunia serta yang keempat Malaysia adalah negara serumpun yang memiliki sejarah yang panjang dengan Indonesia.(ris)