Puluhan Gram Narkotika Jenis Ganja Dimusnahkan

0
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 66 gram. (SuaraNTB/ils)

Mataram (Suara NTB) – Satresnarkoba Polresta Mataram, memusnahkan barang bukti 66 gram narkotika jenis ganja hasil sitaan dari para tersangka. Proses tersebut dilakukan untuk menekan hilangnya barang bukti serta penyusutan pasca diamankan petugas. “Proses pemusnahan dilakukan supaya tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan. Terutama barang bukti yang hilang dan susut,” ujar Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa, S. IK., MH, didampingi Kasat Narkoba Kompol I Made Yogi Purusa Utama, SE,. S.IK, MH, Kamis, 28 Juli 2022.

Tentu, sebelum proses pemusnahan dilakukan kordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan juga sudah dilakukan supaya tidak menimbulkan masalah nantinya. Dikatakannya, pemusnahan narkotika dilakukan atas dasar  laporan polisi nomor 345 tanggal 11 Juli 2022, surat ketetapan status barang sitaan Narkotika dari Kejari Mataram Nomor 121 tanggal 19 Juli.

Serta ketetapan pemusnahan barang bukti nomor tanggal 28 Juli. Jumlah barang tersebut secara keseluruhan 1,1 kilogram, dua gram sebagai barang bukti di pengadilan dan sisanya untuk proses uji laboratorium. “Tidak semua barang bukti kita musnahkan, tetapi ada barang bukti untuk pembuktian di majelis hakim, sisanya untuk uji laboratorium sehingga total yang telah kita musnahkan hanya 66 gram,” sebutnya.

Proses pemusnahan tersebut lanjutnya juga disaksikan oleh tersangka DS (41) serta kuasa hukumnya. Upaya tersebut juga dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen dari Kepolisian untuk terus berupaya menekan kasus narkotika yang cenderung cukup tinggi di Mataram. Dirinya berharap kepada semua pihak untuk terlibat dalam menekan kasus tersebut. Karena jika hanya mengandalkan APH (Kepolisian dan Kejaksaan) diyakini tidak akan memberikan hasil maksimal. Apalagi penegakan hukum merupakan upaya terakhir melainkan tetap mengedepankan pencegahan. “Kami minta masyarakat bisa berperan dalam menekan kasus narkotika dengan peran kita bersama maka kasus tersebut akan bisa kita tekan secara maksimal,” pungkasnya. (ils)