Pengembangan Industri Turunan Tembakau Dikonsultasikan ke PATEFA Unram

0
Kunjungan ke Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Universitas Mataram.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Tanaman Tembakau menjadi salah satu komoditas pertanian unggulan di NTB yang disebut juga emas hijau. Tanaman ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Secara sains, tak sedikit jurnal ilmiah yang telah membuktikan tanaman tembakau mempunyai komponen ilmiah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan alam.

Rabu, 27 Juli 2022, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE, ME mengutus timnya, yaitu Pejabat Fungsional Pembina Industri Retno Bintorowati A.md Gizi., S.Pd, Staff bidang Moh. Ridho Apriyanto, ST dan Rina Mariana, S.Pt melakukan kunjungan/silaturrahmi ke Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Universitas Mataram.

Kunjungan ini dalam rangka konsultasi peluang dan potensi tembakau dan turunanya yang akan dikembangkan di NTB kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Studi Tiru Kawasan Tembakau di Jember bebrapa waktu lalu. Tim PSDI Disperin NTB bertemu dengan Dosen Dr. Murad, SP., MP yang merupakan salah satu Dosen FATEPA yang sudah lama meneliti tembakau beserta turunannya.

Dijelaskan dalam pertemuan ini, produk olahan tembakau memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan di NTB untuk menguatkan perekonomian masyatakat. Dari pucuk, kembang, tangkai, tulang tangkai hingga akar dapat menghasilkan berbagai jenis produk turunan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tembakau dapat diolah menjadi produk non rokok seperti; Asap cair, esensial oil, briket, kertas dan lainnya.

Tanaman Tembakau tidak melulu kental dengan persepsi negatif. Terutama bila tembakau dikaitkan dengan produk rokok. Tembakau juga dapat dikembangkan menjadi pengawet makanan seperti pada salah satu penelitian yang dia lakukan. Asap cair dapat digunakan sebagai bahan awet makanan alami untuk bahan pengawat makanan seperti: sate, basko, mie, nasi goreng dan makanan lainnya.

Tim Disperin NTB juga berkesempatan melihat langsung mesin-mesin  di bengkel FATEPA seperti; Alat Destilasi mesin ekstraksi, Alat pencetak Briket dan beberapa alat lain. “Tembakau itu emas, dari Pucuk hingga akar bisa disulap menjadi produk olahan non rokok yang memiliki nilai jual tinggi, ini akan membunyai impact yang besar untuk perekonomian masyarakat ke depan,’’ tutur Murad.

Upaya mengembangkan produk tembakau dan turunannya merupakan cara membangun ekosistem industri tembakau yang lebih besar dan ke depannya menjadi sumber perekonomian masyarakat. Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi NTB. (bul)