Pembayaran BPHTB Gili Mas Belum Jelas, Kepala OPD di Lobar ”Dipaksa” Kejar Target PAD

0
Bupati Lobar, H Fauzan Khalid didampingi Wabup Hj. Sumiatun dan Sekda H Baehaqi saat Rapim. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Para kepala OPD penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Lombok Barat tidak lagi didorong untuk mencapai target PAD. Namun mereka dipaksa oleh bupati agar mampu mengejar target. Menyusul capaian PAD belum maksimal memasuki pertengahan tahun ini.

Kamis, 28 Juli 2022 Rapim yang digelar Bupati Lobar H Fauzan didampingi Wabup Hj Sumiatun dan Sekda Dr. H. Baehaqi membahas beberapa hal urgen. Salah satunya bagiamana memaksimalkan pencapaian PAD. Karena itu kata Bupati Lobar saat dikonfirmasi usai rapim yang digelar tertutup dari awak media itu, menegaskan ia lebih banyak memberikan arahan terkait beberapa hal. Diantaranya kaitan dengan fiskal daerah. “Terkait dengan maksimalisasi PAD,” tegas Bupati dua periode itu. Sejauh ini, capaian PAD baru 58 persen dari non BLUD.

Untuk menggenjot capaian PAD, dirinya bukan lagi menekankan kepada semua OPD agar mempercepat capaian PAD. “Bukan penekanan lagi, tapi pemaksaan bagaimana supaya PAD itu tercapai,” tegas dia. Pihaknya menggariskan semua OPD harus berupaya agar mencapai target, bahkan melampaui 100 persen dari target PAD. Minimal kata dia, lebih tinggi persentasenya dari tahun lalu. Dimana capaian tahun lalu sekitar 86 Persen.

Pihaknya juga mendorong realisasi BPHTB. Sejauh ini BPHTB itu sedang berproses. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Pelindo III. “Pak GM sudah melapor ke saya, itu sedang berproses,” tegasnya. Pihaknya berharap agar BPHTB bisa dibayarkan bulan depan. Sebab saat ini sedang berproses. Karena prosesnya butuh waktu, mengingat ini bukan uang pribadi. (her)