Pasar Tradisional di Mataram akan Diasuransikan

0
Suasana di Pasar Mandalika terlihat sepi, Kamis, 28 Juli 2022. Pemkot Mataram mewacanakan 19 pasar tradisional akan diasuransikan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana dan menjamin kepemilikan aset pemerintah. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Peristiwa kebakaran di Pasar Pagesangan yang menghanguskan lapak pedagang menjadi pembelajaran. Pemkot Mataram merencanakan untuk mengasuransikan 19 pasar tradisional. Pola serta mekanisme asuransi sedang dikaji.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menerangkan, rapat koordinasi bersama kepolisian dan Dinas Perdagangan menghasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya, perbaikan atau menata kembali instalasi listrik di pasar tradisional. Sebab, instalasi listrik yang semrawut menjadi penyebab utama kebakaran, sehingga kelayakan aliran listrik perlu diatur. Kedua, memikirkan opsi untuk mengasuransi pasar tradisional sebagai jaminan untuk melindungi aset milik pemerintah. Mekanisme atau pola asuransi sedang dipikirkan. “Kita sedang lihat opsi-opsinya. Tapi target pertama sesuai saran kepolisian untuk memperhatikan kelayakan aliran listrik dalam rangka pencegahan,” kata Alwan dikonfirmasi, Kamis, 28 Juli 2022.

Ia menyadari mengasuransikan 19 pasar tradisional ini memiliki konsekuensi terhadap anggaran. Pemerintah harus membayar premi ke perusahaan asuransi dan peluang ini sedang dikaji. Selain itu, jenis asuransi berbagai macam sehingga perlu difinalkan apa saja yang dimasukkan dalam klaim asuransi nantinya. Apakah secara keseluruhan gedung atau item per item.

Alwan merincikan, pasar tradisional di Kota Mataram masih banyak yang belum diperbaiki. Pun yang telah direvitalisasi hanya bagian lapak pedagang saja. “Kelayakan bangunan jug akan dilihat karena masih banyak pasar lama,” ujarnya.

Pasar tradisional memiliki resiko tinggi dan menjadi persoalan apakah perusahaan asuransi mau menerima. Alwan menegaskan, hal itu juga menjadi bagian yang dipertimbangkan. Namun demikian, mekanisme pembayaran asuransi bisa saja dibebankan kepada pemerintah atau secara swadaya. Swadaya dimaksud adalah pedagang mengasuransikan lapak atau toko mereka untuk memberikan jaminan jika terjadi peristiwa kebakaran atau lain sebagainya. “Makanya itu juga kita pikirkan. Tetapi nanti saja kita bicarakan lagi,” ujarnya.

Menurut Alwan, perbaikan instalasi listrik di pasar tradisional perlu dirapikan untuk menghindari terjadinya kebakaran berulang seperti kejadian di Pasar Pagesangan beberapa pekan lalu. (cem)