’’Jemput Bola’’ Vaksin Booster

0
Hj. Istiningsih. (Suara NTB/dok)

ANGGOTA Komisi IV DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag mendorong Pemkot Mataram kembali melakukan sosialisasi terhadap pelaksanaan vaksinasi ketiga atau vaksinasi booster.

Dorongan ini menyusul masih rendahnya capaian vaksinasi booster di Kota Mataram. ‘’Yang perlu dilakukan adalah sosialisasi. Karena mungkin sudah agak lama ini jeda waktu antara vaksin pertama, vaksin kedua dengan vaksin ketiga ini,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin.

Minimnya capaian vaksinasi booster ini, lanjut Isti, juga tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang enggan melakukan booster apabila tidak ada kepentingan yang menjadikan booster sebagai syarat. ‘’Misalnya masyarakat yang sering bepergian kemudian dia akan melakukan booster,’’ ungkapnya.

Bagi masyarakat yang tidak pernah keluar daerah tentu tidak merasakan kebutuhan akan vaksin booster. Menurut Isti, sosialisasi penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa memang vaksinasi booster itu sangat diperlukan.

Meningkatkan capaian vaksinasi booster, mantan anggota DPRD Provinsi NTB ini menyarankan agar Pemkot Mataram mempermudah akses masyarakat yang hendak melakukan vaksinasi booster. ‘’Kadang masyarakat itu, yang bikin agak males, itu adalah merasa mengakses vaksinasi booster itu sulit,’’katanya.

Padahal sebetulnya, pemerintah sudah menyediakan akses yang cukup luas bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi booster. Baik di puskesmas, rumah sakit dan tempat-tempat lainnya. Namun demikian, ketua Fraksi PKS ini menghimbau supaya Pemkot Mataram melakukan ‘’jemput bola’’ kepada masyarakat untuk  melaksanakan vaksinasi booster.

Ini pernah dilakukan oleh Pemkot Mataram pada vaksinasi pertama dan kedua.  Terbukti capaian dari dua vaksin tersebut cukup signifikan. Isti tidak menyangkal di masyarakat berkembang pemikiran bahwa vaksinasi covid-19 cukup dilakukan satu atau dua kali saja. Artinya cukup vaksin pertama dan vaksin kedua.

Dia menilai, mindset masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi booster masih keliru. Masyarakat akan melakukan vaksinasi booster jika ada kebutuhan yang mensyaratkan itu. Bukan karena ingin memproteksi diri dari ancaman covid 19. ‘’Apa mau naik pesawat, jadinya booster daripada antigen lagi. Kan kalau sudah vaksin satu dua, tetap harus antigen,’’ demikian Isti.

Intinya, kata Isti, pemerintah harus memperkuat sosialisasi ditambah dengan langkah jemput bola kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster. (fit)