Investor Korea akan Kembangkan 600 Hektar Kopi di Sekotong dan Bangun Sekolah Kopi

0
H. Faurani. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dua investor besar rencananya akan berinvestasi di sektor pertanian dan perkebunan di NTB. Salah satunya, investasi untuk pengembangan lahan kopi di Sekotong, Lombok Barat. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi NTB, H. Faurani, SE, MBA menyebut, pihaknya sudah melakukan penandatanganan kerjasama dengan investor Korea dimaksud, dan sudah dilaporkan langsung kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Untuk tahap awal, ada 600 hektar lahan kopi di Sekotong yang akan dikembangkan. Selanjutnya akan bertambah. Sekotong selama ini dikenal sebagai daerah panas, justru itulah tantangan yang ingin diwujudkan oleh investor ini. mengembangkan kopi di luar kawasan dingin. Faurani mengatakan, sebagai bentuk keseriusan investasi ini, lima orang akan dikirim ke Korea untuk memperlajari tentang kopi yang akan dikembangkan di Lombok ini.

Selambat lambatnya, akhir tahun 2022 ini investasi tersebut sudah terealisasi. “Kita juga berikan tenggat waktu, dalam enam bulan tidak ada aktivitas, kita ganti investornya. Ini komitmen dan mereka sudah oke,” ujarnya. Investasi dilakukan dari hulu ke hilir. Tidak hanya sekedar mengembangkan lahan kopi, Faurani menyebut, kopi yang dihasilkan akan diolah langsung di dalam daerah, menjadi kopi dalam bentuk bubuk atau kopi sudah kemas. “Akan dibangun pabrik pengolahannya juga,” jelas Faurani.

Tidak sampai di situ, untuk kegiatan pemberdayaan lain kepada masyarakat lokal, bersama investor ini akan dibangun sekolah kopi. Setelat telatnya awal tahun depan sekolah ini sudah mulai berkegiatan. Untuk tahap awal dibatasi hanya 50 orang. Akan dididik menjadi ahli kopi. “Sampai menjadi barista,” imbuhnya.

Faurani menambahkan, selain investor Korea dimaksud, ada juga investor dalam negeri yang sudah diundang. Dan sangat tertarik berinvestasi di NTB. Namun pilihannya di Pulau Sumbawa. Rencananya investasi untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan di lahan seluas 2.000 hektar. “Kalau yang di Sumbawa, lokasinya dekat dengan pantai, sekaligus dikembangkan usaha perikanan,” tambahnya.

Sama dengan investor kopi yang disebutkan, investor dalam negeri ini juga akan melakukan pengolahan hingga produk jadi. Untuk sektor peternakan misalnya, rencananya yang keluar langsung dari dalam daerah adalah produk dari daging ternak. “Karena investasi di bidang pertanian dan komoditas ini yang paling menjanjikan dan meyakinkan di tengah situasi dunia seperti ini. Insya Allah investor-investor ini sangat serius,” demikian Faurani. (bul)