Harga Ponsel Merangkak Naik

0
Seorang karyawan counter HP menunggu pembeli. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Harga-harga cenderung mengalami kenaikan, tanpa terkecuali harga ponsel. Kenaikan harga ini adalah dampak dari ketidakstabilan ekonomi global yang mengakibatkan nilai tukar dolar juga turut mengalami kenaikan. “Harga ponsel sudah naik sekitar sebulanan ini,” kata Owner Ricky Smartphone, H. Ricky Hartono Putra di Mataram, Kamis, 28 Juli 2022.

Kenaikan harganya di kisaran 3-5 persen. Ricky menyebut, kenaikan juga dipicu kenaikan pajak 1 persen yang diberlakukan pemerintah. “Kenaikan harga terutama untuk ponsel dari China. Karena bahan baku, serta proses pengiriman mengalami kenaikan,” jelas Ricky. Disatu sisi, penjualan juga mulai menujukkan perlambatan dibandingkan sebelum-sebelumnya. Perlambatan penjualan, salah satunya dipicu oleh perioritas penggunaan dana masyarakat.

“Bisa jadi karena ada event-event hiburan, masyarakat menjadi jenuh setelah melalui tekanan covid-19, pilihannya menggunakan dananya untuk nonton konser misalnya. Yang tiketnya sampai ratusan ribu. Jadi cash flownya sementara dialihkan,” imbuhnya. Kendati begitu, penjualan ponsel tidak mengalami keadaan yang buruk. Kendati ekonomi global cukup berat. Menurut Ricky, ponsel sudah menjadi gaya hidup.

Bahkan belanja-belanjapun transaksinya bisa dilakukan hanya menggunakan ponsel. “Kalau ketinggalan dompet barangkali tidak menjadi masalah. Tapi kalau ketinggalan hp, menjadi masalah. Dengan adanya dompet digital, cukup bayar menggunakan kode batang. Ponsel ini seperti menjadi bagian utama dari gaya hidup,” ujarnya.

Ricky juga menyebut, di tengah sistuasi ekonomi seperti saat ini, ponsel yang paling banyak laku di kisaran harga Rp1 juta, hingga Rp2 juta. Sementara ponsel yang harganya Rp5 juta ke atas, umumnya didominasi oleh konsumen yang memiliki penghasilan lebih baik. (bul)