Gubernur Ingatkan Inovasi Bukan Hanya Mengejar Penghargaan

0
Ilustrasi Medali (Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengingatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten/kota tidak fokus melakukan inovasi hanya untuk mendapatkan penghargaan. Menurutnya, inovasi menjadi kebutuhan terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Memberikan arahan pada Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah Menuju Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022 kepada Perangkat Daerah Provinsi NTB di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis, 28 Juli 2022.

Gubernur juga mengharapkan agar peringkat NTB masuk provinsi terinovatif bisa dipertahankan. Tentunya, dalam mengakselerasi inovasi dan inovasi ini menjadi kebutuhan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tapi betul-betul bisa diterapkan.

‘’Inti inovasi itu sebenarnya ada 3. Faster, better dan cheaper. Bagaimana dari hasil inovasi itu menjadi lebih cepat, lebih baik dan lebih murah. Jadi kata kuncinya, faster, better and cheaper. Jika ini dilakukan, maka inovasi itu tidak harus selalu yang baru, tapi bagaimana yang ada sekarang ini menjadi lebih cepat, lebih baik dan lebih murah,’’ tambahnya.

Apalagi, tambahnya, tidak ada daerah yang seserius NTB dalam memperhatikan masalah inovasi. Terlebih keberadaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dengan anggaran yang tidak sedikit.

Sementara Kepala BRIDA NTB Wirawan Ahmad, M.T., menargetkan bisa meraih indeks inovasi daerah yang lebih baik dibandingkan dengan tahun 2021. Untuk Pemprov NTB, tambahnya, target moderatnya adalah tetap mempertahankan status sangat inovatif, sementara target optimisnya, peringkat inovatif nomor 2 yang diraih tahun 2021 bisa meningkat menjadi peringkat inovatif nomor 1.

‘’Untuk kabupaten/kota, 8 kabupaten/kota yang mendapatkan peringkat inovatif di tahun 2021, kita harapkan meningkat menjadi sangat inovatif tahun 2022. Untuk 2 kabupaten yang peringkatnya masih kurang inovatif tahun 2021 kita harapkan bisa meningkat menjadi inovatif, bahkan bisa meraih menjadi sangat inovatif tahun 2022 ini,’’ terangnya.

Diakuinya, dari pengalaman yang terjadi, daerah yang mendapat peringkat kurang inovatif bisa menjadi sangat inovatif. ‘’Dan Provinsi NTB tahun 2020, dari tidak inovatif, loncat menjadi sangat inovatif bahkan langsung terinovatif,’’ tambahnya.

Dalam rangka mencapai target tersebut Brida sudah menyiapkan dua langkah. Pertama, pembaruan program inovasi yang sudah diinput tahun 2022. Seluruh inovasi yang ada tahun lalu sudah dielaborasi dan dilihat apa saja yang masih kurang.

Berdasarkan penilaian, ujarnya, ada beberapa aspek yang mesti diperhatikan. Pertama, aspek yuridis. Banyak inovasi yang diusulkan berdasarkan SK kepala OPD, semestinya SK kepala daerah atau peraturan kepala daerah. Jika ini diperhatikan, ujarnya, maka nilai akan meningkat.

Aspek kedua, banyak program inovasi, terutama terkait dengan pelayanan itu masih banyak yang sifatnya manual. Jika pelayanan dari manual ke digital ini diubah, maka pihaknya yakin nilai akan meningkat.

Selain itu, tambahnya, masih banyak program-program yang ada belum direvitalisasi, termasuk inovasi di lingkup Pemprov NTB. Dalam mengatasi ini adalah dengan mengusulkan inovasi yang baru. ‘’Dan alhamdulillah, tahun 2022 sudah ada 47 inovasi baru yang diusulkan oleh OPD maupun dari perguruan PT dari target 85 inovasi. Insya Allah dalam waktu yang tersisa kita target 85 inovasi dengan target nilai minimal 80,’’ harapnya. (ham)