Disnakeswan NTB Tegaskan Pasar Ternak Belum Diizinkan Buka

0
Ilustrasi

Mataram (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB menegaskan, vaksinasi pada ternak di NTB masih menjadi prioritas, sehingga bisa meminimalisir kasus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada ternak. Itu artinya, hingga sekarang ini, pembukaan pasar ternak masih belum diizinkan, sampai dengan kasus PMK bisa ditekan.

Penegasan ini disampaikan Kepala Disnakeswan NTB Ahmad Nur Aulia, S.STP., M.M., menjawab Suara NTB di Kantor Gubernur NTB, Kamis, 28 Juli 2022.

Diakuinya, Rabu, 27 Juli 2022 pihaknya melakukan pertemuan dengan Satuan Tugas Penanggulangan PMK pada ternak di Kabupaten Lombok Tengah terkait adanya pasar ternak yang masih buka. Menurutnya, pemerintah atau satgas perlu melakukan edukasi atau pencerahan kepada masyarakat yang saat ini masih datang ke pasar ternak secara mandiri, karena pemerintah masih belum membuka transaksi perdagangan hewan di pasar ternak.

‘Tentunya juga ini sekarang kita lagi mengkaji bahwa pembukaan pasar hewan itu bisa saja dilakukan. Tetapi harus ada beberapa indikator dan teknik –teknik pengendalian, sehingga PMK itu tidak meledak lah. Itu yang sedang kami kaji,’’ ujar mantan Kepala Biro Umum Setda NTB ini.

Pengkajian pembukaan pasar ternak, tambahnya, setelah melihat tren kesembuhan ternak yang terjangkit PMK meningkat, dan kasus PMK melandai. Kondisi ini menjadi bahan diskusi antara Disnakeswan NTB, Satgas Penanggulangan PMK dan Dinas Pertanian Lombok Tengah terkait pembukaan pasar ternak ini. Untuk itu, pihaknya mengingatkan, jika sampai saat ini, belum ada izin pembukaan pasar ternak, karena untuk sementara masih ditemukan kasus PMK.

Selain itu, ini juga kembali ke kabupaten/kota sampai saat ini belum ada mencabut kebijakan penutupan pasar ternak. Terkait ada peternak atau pedagang ternak yang ngotot tetap mendatangi pasar ternak saat masih ada kebijakan penutupan, pihaknya sedang koordinasi dengan jajaran TNI/Polri. Koordinasi ini untuk melakukan edukasi kepada para peternak atau pedagang yang ngotot ingin berjualan di pasar ternak, sehingga para peternak atau pedagang bisa mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah.

Terkait vaksinasi pada ternak, hingga saat ini masih terus dilakukan. Bahkan, sejak Senin pihaknya sudah melakukan distribusi ke kabupaten/kota, karena vaksin dari pusat akan semakin banyak dikirim ke daerah. Menurutnya, Disnakeswan NTB melakukan penguatan dan mengatur strategi, sehingga vaksinasi itu bisa efektif dilakukan secara cepat.

‘’Karena 1,4 juta ini dosis vaksinasi ini informasi akan masuk ke NTB tahun ini juga dengan target sasaran 1,2 juta ekor ternak. Mudah-mudahan dengan vaksinasi yang dilakukan ini, kasus PMK bisa ditekan dan pembukaan pasar ternak bisa dilakukan,’’ ujarnya. (ham)