Mayoritas Sekolah di Mataram Terapkan Kurikulum Merdeka

0
Bimbingan Teknis BGP NTB dengan MKKS SMP Kota Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 99.77 persen sekolah di Mataram telah memilih Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada tahun ajaran 2022/2023. Sekolah difokuskan untuk memanfaatkan platform merdeka mengajar.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) bagi SMP se-kota Mataram yang difokuskan tentang pemanfaatan “Platform Merdeka Mengajar” dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2022 di Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTB. Jumlah peserta 91 orang terdiri dari kepala sekolah dan wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama MKKS SMP se-Kota Mataram dengan (BGP) NTB.

Kepala BGP NTB, Drs. Suka, M.Pd., menyebutkan capaian penerapan implementasi kurikulum merdeka di NTB menacapi 90,5 persen. “Jumlah ini di atas rata-rata nasional dan Kota Mataram mencapai 96,77%,” ujar Suka.

Suka juga menyampaikan tugas pokok dan fungsi BGP NTB karena masih lembaga baru yang dibentuk, sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 14 Tahun 2022 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Guru Penggerak dan Balai Guru Penggerak, yang memiliki tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Gusti Ayu Sri Mahakamiati, SH., M.M., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Berdasarkan data dari Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Mataram, dari 47 Sekolah SMP dengan rincian 24 negeri dan 23 swasta, ternyata ada 25 sekolah yang akan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara Mandiri. Dengan rincian 16 SMP Mandiri Belajar, 6 SMP Mandiri Berubah dan 3 SMP Mandiri Berbagi.  “Ada 22 SMP yang belum menentukan Kurikulum apa yang akan mereka gunakan,” ujar Gusti Ayu. (ron)