Mahasiswa Didorong Menjadi Pemecah Masalah di Tengah Masyarakat

0
Mahasiswa KKN Ummat sedang menyimak pembekalan KKN. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dituntut menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat. Hal itu mengemuka saat pembekalan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) XXXVI Tahun Akademik 2021/2022 di Auditorium H Anwar Ikraman pada Rabu, 20 Juli 2022 lalu.

Rektor Ummat, H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., yang merupakan salah satu pemateri pembekalan pada hari pertama mengatakan materi tentang peran perguruan tinggi dalam pengembangan generasi muda adalah bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa sebagai generasi masa depan bangsa.

“Intinya materi ini membahas peran mahasiswa sebagai generasi muda agar menjadi problem solver (pemecah masalah) dalam menghadapi berbagai masalah yang ada,” ujar Rektor.

Kegiatan ini diikuti oleh 625 mahasiswa peserta KKN Tahun Akademik 2021/2022 dan dihadiri oleh Rektor Ummat, Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., yang secara langsung membuka kegiatan pembekalan tersebut. Pembekalan KKN berlangsung selama dua hari yaitu pada hari Rabu, 20 Juli 2022 dan Kamis, 21 Juli 2022 yang dilaksanakan di beberapa tempat di lingkup Ummat.

Hari pertama pembekalan KKN, LPPM sebagai lembaga penyelenggara menghadirkan beberapa pemateri antara lain Rektor Ummat yang menyampaikan materi bertemakan “Peran PTM dalam Pengembangan Generasi Muda”, Ketua Divisi Pengabdian kepada Masyarakat dengan materi “Perencanaan Program dan Pelaporan KKN, Ketua PWM NTB dengan materi “Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah”, dan Asmawati MP dengan materi “Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Masyarakat dan Permasalahannya”.

Sementara hari kedua, peserta KKN menerima materi dari Kepala BKKBN NTB dengan materi “Program BKKBN di tingkat desa”, Kepala DPMPD NTB dengan materi “Implementasi SGDs Desa sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi, dan Ketua LPPM Ummat dengan materi “Teknik Fasilitasi dalam Pemberdayaan Masyarakat”.

Salah satu pemateri yaitu Lalu Sten Kusuma, M.M., dari BKKBN NTB menyampaikan peran penting mahasiswa dalam melakukan penyuluhan bahaya stunting pada anak-anak yang merupakan salah satu program di BKKBN yaitu Program Mahasiswa Penting (Peduli Stunting).
“Oleh sebab itu program BKKBN ini masuk dalam program KKN mahasiswa UMMAT di tingkat desa nantinya,” jelasnya. (ron)