Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Komunitas Belajar

0
Kunjungan kerja BGP NTB ke KLU belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Beberapa satuan pendidikan mulai mencoba menerapkan Kurikulum Merdeka. Dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka, diperlukan adanya sebuah komunitas atau kelompok-kelompok yang terdiri dari pendidik untuk saling bertukar inspirasi dan juga ide dalam pembelajaran. Untuk itulah Komunitas Belajar perlu ada.

Hal tersebut disampaikan kepala Balai Guru Penggerak (BGP) NTB, Drs. Suka, M.Pd., saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jumat, 22 Juli 2022.

Suka sangat bangga dengan capaian Lombok Utara terkait IKM karena hanya satu satuan pendidikan yang belum berkontribusi dalam IKM (data dashboard IKM 22 Juli 2022).

Lebih lanjut Suka menjelaskan komunitas belajar di kabupaten ini sesuai informasi yang diberikan kepala dinas masih sangat kurang. Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif.

“Pada implementasi Kurikulum Merdeka, Komunitas Belajar mendukung guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya untuk dapat mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi saat implementasi Kurikulum Merdeka,” ujar Suka.

Dalam membangun sebuah Komunitas Belajar, terdapat beberapa tujuan utama yang harus diterapkan. Di antaranya seperti mengedukasi anggota komunitas dengan mengumpulkan dan berbagi informasi terkait pertanyaan dan masalah terkait praktik, memfasilitasi anggota komunitas untuk terus belajar, mendorong peningkatan kompetensi anggota lewat diskusi dan sharing, serta mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan melalui komunitas dalam pekerjaan sehari -hari.

Kepala BGP NTB disambut dengan sangat antusias oleh Adenan S.Pd, M.Pd selaku Kepala Dinas Dikpudpora KLU, dikarenakan BGP NTB lembaga yang baru terbentuk telah mampu melakukan pendampingan IKM dengan percepatan serta terobosan yang luar biasa hingga IKM meningkat cepat di NTB khususnya di KLU yang mencapai 99, 25 % tertinggi kedua setelah Kota Bima yang mencapai 100 %.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Dikbudpora KLU Adenan mengundang seluruh satuan pendidikan yang ada di wilayahnya terkait IKM. “Insya Allah Merdeka Belajar sangat didukung oleh pemerintah daerah kami dan di tahun 2022/2023 Kurikulum Merdeka akan diimplementasikan,” kata Adenan. (ron)