BKD Lobar Temukan Data Tenaga Non ASN Ganda

0
Lalu Muhammad Fauzi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Progres verifikasi dan validasi tenaga non ASN yang bakal terdampak kebijakan penghapusan tahun 2023 di Lombok Barat (Lobar) baru 90 Persen. Verivali masih dilakukan pada OPD-OPD yang besar seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan. Sejauh ini dari hasil verivali sementara, ditemukan data dobel (ganda) yang perlu diperbaiki agar itu tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Kepala BKD dan PSDM Lobar, Jamaluddin mengatakan saat ini semua data sudah masuk dari OPD. Namun data itu dilakukan verivali. Sehingga betul-betul data itu rigit dan rinci. “Kita masih proses verivali,”jelas dia.

Kabid Pengadaan, Mutasi Data Informasi L Muhammad Fauzi menambahkan, pihaknya belum selesai verivali pada OPD yang besar-besar, seperti Dikbud dan Dikes. Sedangkan OPD lain sudah selesai. Kalau diperkirakan, progres verivali sudah mencapai 90 persen. ‘’Sudah 90 persen,”imbuhnya.

Lebih lanjut kata dia, semua data sudah masuk. Tinggal data itu divalidasi, untuk mengetahui kualifikasi, di tempatkan di jabatan apa. Pihaknya melakukan verifikasi, karena bisa saja data yang disampaikan dobel. “Masih kita verifikasi, karena bisa saja data itu dobel, mencegah itu makanya kita lebih teliti melakukan verifikasi dan validasi,’’ katanya.

Sejauh ini ditemukan ada data tenaga non ASN yang dobel, misalnya di data dapodik. Mengajar di sekolah A, namun tercatat di sekolah B, karena kadang kurang jam mengajar. Seharusnya dalam seminggu itu 24 jam mengajar, sehingga bisa jadi 10 jam mengajar di sekolah A, lalu 10 jam lagi di sekolah lain. Sehingga itu tercatat dobel.

Sehingga kata dia, data-data ini diperbaiki, agar tidak bermasalah di kemudian hari. Pihaknya juga mengkhawatirkan ada ketidak sesuaian antara jabatan yang dijabat sekarang dengan pendidikan. Segmh kata dia, itu akan mempersulit masuk afirmasi ketika nanti seleksi PPPK. Pihaknya pun membenahi itu supaya nanti para tenaga non ASN yang ikut tes tidak terganjal. “Itu makanya kami teliti sekali,’’ ujarnya. (her)