Bangun Kolam Renang di Lahan Kering, Desa Pijot Sulap Tanah Pecatu Jadi Objek Wisata

0
Objek wisata kolam yang dibangun Desa Pijot di atas lahan kering. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Tanah Pecatu Desa Pijot Kecamatan Keruak seluas 2 hektar disulap menjadi objek wisata pemandian. Objek wisata buatan ini dinamai Tibu Gempur Kolam Telaga. Desa Pijot menghabiskan dana Rp 400 juta dari Dana Desa. Anggaran dialokasikan sejak 2018. Sampai sekarang sudah mencapai 20 persen dari master plan estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,7 miliar.

Kepala Desa Pijot, Abdurrahman, Rabu, 27 Juli 2022, menjelaskan, pembangunan objek wisata tersebut dihajatkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pijot. Desa Pijot saat ini berjuang untuk mengurangi pengangguran.

Program pembangunan yang digalakkan diharapkan agar masyarakat Pijot bisa menikmatinya. Desa Pijot ingin lahir sebagai desa mandiri secara ekonomi. Melalui sarana wisata yang dibangun diharapkan cita-cita besar menjadi desa mandiri diharapkan bisa terwujud.

Diakuinya, Tibu Bunter Kebun Telaga ini sudah cukup lama dikenal. Salah satu daya tariknya ada mata air Tibu Datu yang tidak pernah kering meski di musim kemarau. Tibu Datu ini sampai sekarang masih dikeramatkan sejumlah orang, termasuk dari warga Kabupaten Loteng juga kerap datang.

Tibu Datu itu dulu dibuka oleh TGH Mutawalli. Sampai sekarang, banyak yang datang melakukan ritual minta hujan dan lainnya. Ada juga yang melaksanakan nazarnya di Tibu Datu ini.  Dalam perencanaannya, Kades Pijot ini rencana akan membangun sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Selain kolam renang, di atas tanah pecatu ini juga akan bangun homestay, taman bermain, camping ground dan lainnya.

Hanya saja, akses jalan menuju objek wisata ini  tambah kolam renang ini sangat buruk. Kades berharap Pemerintah Lotim bisa membantu membangun jalan. Menurut Kades Pijot, objek wisatanya tersebut sangat mudah dijangkau dari segala penjuru, mulai dari Desa Ketapang Raya, Montong Belai, Pijot Utara dan Ketangga Jeraeng.

Camat Keruak, Ahmad Subhan menyampaikan di samping pembangunan pertanian, pariwisata diharapkan dapat jug meningkatkan ekonomi rakyat Keruak. Kecamatan Keruak ada lima desa wisata, Ketapang Raya, Sepit, Tanjung Luar, Pijot dan Maringkik. Ada banyak keunikan desa wisata di Keruak. Wisata pantai, kuliner dan kekhasan nilai budaya.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Iswan Rakhmadi mengatakan Pemkab Lotim terus mendorong pembangunan tempat wisata berbasis alam dan wisata buatan. Seperti dilakukan Desa Pijot, membangun objek wisata di tempat kering. Pembangunan di lahan kering katanya merupakan langkah inovatif, seperti jazirah Arab yang gersang saja kini sangat ramai. “Ini menandakan perubahan tidak saja terjadi di Arab, tapi juga di tempat kita,” ucapnya.

Iswan menilai Kades sangat semangat dan bergairah membangun wisata. Apalagi Pemerintah Indonesia memprogramkan membangun dari desa. Tapi apa yang dilakukan desa-desa di Lotim seperti Pijot ini menandakan Desa bangun Indonesia. Kalau desa kuat, maka Indonesia akan kuat. Desa harus mulai dengan inovasi menuju Indonesia hebat dan kuat.

Konsep pembangunan pusat, bangun wisata berbasis masyarakat. Konsep ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Ada kolam dan fasilitas lainnya sebagai aset wisata.

Paling mendasar, pembangunan pariwisata itu menyediakan rasa kangen. Wisata itu meninggalkan kesan, sehingga orang ingin kembali datang. Pokdarwis bersama seluruh komponen masyarakat bantu kades dalam bangun spirit pariwisata dan  menciptakan rasa aman, indah bersih dan kenangan. Ini rasa paling dasar. Apapun indahnya, kalau tak nyaman maka orang tak akan datang (rus)