Tukar Guling Lahan Depo Sampah Sandubaya Belum Jelas

0
Rencana tukar guling lahan depo sampah sementara  seluas 15 are di Sandubaya ini belum jelas. Pemkot Mataram harus mencari lahan yang representatif sebelum melakukan relokasi. Pasalnya, sampah yang bisa ditampung 30 persen perhari dari total sampah Kota Mataram 220 ton. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Rencana tukar guling lahan depo sampah di Kecamatan Sandubaya, hingga kini belum jelas. Lahan pengganti yang representatif belum ditemukan. Transfer depo seluas mampu menampung 30 persen sampah Kota Mataram.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menjelaskan, wacana tukar guling atau menjual lahan transfer depo di Sandubaya bermula dari munculnya keluhan para pengusaha munculnya bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut, sehingga menuntut transit depo sampah ditutup. “Awalnya ini kan tuntutan dari pengusaha dan BUMN terhadap bau sampah,”  jelas Kemal dikonfirmasi, Selasa, 26 Juli 2022.

H. M. Kemal Islam

Permasalahan bau sampah sudah diselesaikan. Pihaknya mengosongkan depo dari sampah. Sampah yang dibawa oleh operator ditargetkan pukul 14.00 Wita, harus sudah terangkut dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok. “Kalau dulu sebelum pemilahan sampah pukul 12.00 Wita sudah selesai semua sampah kita angkut,”  jelasnya.

Menurutnya, tukar guling atau menjual aset milik pemerintah tersebut bukan perkara mudah. Persoalannya tidak hanya memindahkan lokasi membuang sampah, tetapi urusan administrasi dan lain sebagainya. Lahan seluas 15 are diketahui mampu menampung 30 persen total sampah di Kota Mataram.

Kendati demikian, pihaknya akan berupaya mencari lokasi yang representatif dijadikan depo sampah dan lokasinya tidak jauh dari lokasi tersebut. “Mencari lokasi ini kan tidak mudah. Kita harus mempertimbangkan banyak hal,” terangnya.

Kemal berupaya untuk menyelesaikan permasalahan awal yang menjadi tuntutan para pengusaha. Ia memahami bahwa kawasan bisnis memang harus bersih. Namun demikian, pemindahan depo tidak mudah dan butuh proses panjang, karena terkait dengan anggaran serta administrasi apabila dilakukan tukar-guling. (cem)