Sementara, Harga Gabah Petani KSB Masih Stabil

0
Suhadi. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Harga gabah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada musim panen kedua ini diklaim masih stabil. Data Dinas Pertanian (Distan) setempat, pembelian padi (kering panen) di tingkat petani masih dikisaran Rp 3.800/kg.

“Sudah ada yang panen memang. Dan harga pembeliannya diposisi Rp 3.800/kg,” kata kepala Distan KSB, Suhadi kepada Suara NTB, Selasa, 26 Juli 2022.

Meski masih terbilang stabil, Suhadi mengatakan, potensi terjadinya gejolak harga (turun) tetap ada. Terutama pada puncak panen yang akan berlangsung pada beberapa pekan ke depan. “Kita juga tidak bisa memberi jaminan soal kecepatan Bulog turun melakukan pembelian lewat mitra mereka, apalagi kan terbatas juga yang bisa diserap,” cetusnya seraya menambahkan luas lahan tanam pada musim kedua ini mencapai 6.300 hektar.

“Memang hampir setengah dari musim tanam pertama. Tapi produksinya tetap banyak dan tidak bisa diserap maksimal oleh pasar dengan harga yang menguntungkan bagi petani,” sambung Suhadi.

Karena itu lanjut dia, untuk mengatasi kemungkinan bakal terjadinya harga anjlok. Pihaknya berpendapat tetap perlu ada upaya campur tangan pemerintah. Program dana pengaman harga dasae gabah (PHDG), menurut Suhadi, bisa jadi alternatif yang bisa dijalankan pemerintah untuk mengatasinya. “Ini mungkin juga sebagai masukan ke (dinas) ketahanan pangan ya. Supaya pengaman harga gabah itu bisa diadakan lagi,” harapnya.

Sementara itu mengenai program PHDG itu sendiri belum ada rencana akan dilanjutkan. Pihak DKP sebelumnya kepada media ini menyampaikan, pihaknya belum berencana melakukan penyaluran dana program tersebut pada menghadapi musim panen kedua tahun ini. “Kami fokus selesaikan yang penyaluran dana sebelumnya dulu termasuk proses pengembaliannya oleh para mitra. Jadi belum ada rencana akan kita tambah lagi,” sebut kepala DKP KSB, Muhammad Saleh.

Untuk diketahui, besaran dana PHDG yang telah digelontorkan Pemda KSB tahun ini sebesar Rp 2 miliar. Anggaran itu dikelola oleh 9 mitra usaha yang ditugaskan melakukan pembelian gabah dengan harga yang menguntungkan bagi petani.(bug)