Residivis Pelaku Narkoba Kembali Diciduk Polisi

0
Rilis kasus residivis penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Mataram. (SuaraNTB/ils)

Mataram (Suara NTB) – JP (33) warga Lingkungan Karang Bagu, Kota Mataram, kembali ditangkap untuk ketiga kalinya terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Terduga pelaku yang baru dua bulan keluar dari penjara tersebut ditangkap petugas bersama dua orang temannya AD (50) dan IND (33) pada saat melakukan transaksi narkoba.

“Saat ini para terduga pelaku sudah kita amankan bersama barang bukti 6,66 gram sabu dan sejumlah uang tunai,” ungkap Kapolresta Mataram, Kombespol Mustofa, S. IK., MH, didampingi Kasat Narkoba Kompol I Made Yogi Purusa Utama, SE., S.IK, MH, Selasa, 26 Juli 2022. Dirinya juga masih melakukan pengembangan ke tersangka yang lain.

Dikatakannya, JP pertama kali berurusan dengan hukum di tahun 2015, sehingga harus mendekam satu tahun tiga bulan. Dia ditangkap setelah kedapatan membawa sabu seberat satu gram. Dia kembali berulah di tahun 2017 dengan kurungan selama tujuh tahun, akibat kedapatan membawa sabu seberat empat gram. Setelah dua bulan ke luar penjara, JP kembali ditangkap dalam kasus yang sama dengan batang bukti sabu 6,66 gram. “Kita tetap memberikan hukuman maksimal apalagi yang bersangkutan adalah residivis,” sebutnya.

Sementara itu, JP menggeluti dunia tersebut karena keuntungan yang didapat sangat besar. Hal itu juga sempat diutarakan AD (50) dimana sebelumnya anak terduga pelaku juga sempat diamankan Polda NTB terkait kasus yang sama. Bahkan dalam satu kali transaksi, JP berhasil mendapatkan keuntungan hingga Rp200 ribu perhari dan sisanya dipakai sendiri. “Untungnya lumayan pak, satu kali transaksi saya bisa untung Rp200 ribu dan sisanya juga saya bisa pakai sendiri karena sudah kecanduan,” terangnya.

Bahkan dalam kurun waktu dua bulan dirinya bisa mengedarkan sabu hingga puluhan gram dan sudah memiliki langganan tetap. Bahkan perhari ada dua sampai tiga orang yang datang memesan barang haram tersebut. Orang-orang tersebut saat ini masih dilakukan pengembangan untuk tersangka yang lain termasuk juga bandar barang haram tersebut. “Ada dua orang yang biasa beli, mereka teman saya dan berkerja sebagai swasta,” timpalnya.

Atas  pengakuan JP tersebut, Kombes Pol Mustofa pun mengatakan bahwa hukuman yang didapat oleh JP akan semakin berat. Adapun pasal yang dipersangkakan kepada JP adalah Pasal 112, Pasal 114 dan Pasal 127 tentang penyalahgunaan narkotika dengan maksimal hukman 20 tahun penjara. Hukuman maksimal diberikan untuk memberikan efek jera supaya tidak mengulangi perbuatan yang sama. “Kita sudah dengar sendiri bahwa dari satu tahun tiga bulan menjadi tujuh tahun, apalagi barang buktinya sekarang lebih banyak, sudah pasti akan semakin berat,” tandasnya. (ils)