Polisikan Warganya, Kades Darek Balik Didemo

0
Warga Darek mendemo Kadesnya. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Gara-gara mempolisikan sejumlah warganya atas dugaan pencemaran nama baik terkait kasus dugaan asusila, Kepala Desa (Kades) H. Ismail Sahabuddin, Selasa, 26 Juli 2022, didemo balik oleh seratusan warga desanya sendiri. Selain menanyakan alasan kades melakukan upaya hokum, warga juga meminta penjelasan terkait dugaan kasus asusila yang melibatkan Kades Darek dengan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial N. Tidak hanya itu, warga juga meminta Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat untuk segera merekomendasikan penonaktifan Kades Darek, jika terbukti melakukan perbuatan asusila.

Aksi demontrasi yang digelar di halaman kantor desa setempat dimulai sekitar pukul 09.30 wita. Seratusan warga termasuk keluarga sejumlah warga yang dilaporkan oleh kades mendatangi Kantor Desa Darek. Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian,TNI beserta BKD dan Pol PP, warga meminta Kades Darek menjelaskan apa yang menjadi dasar sampai melaporkan warganya ke polisi. Sekaligus mengklarifikasi dugaan kasus asusila yang melibatkannya.

Tidak lama berselang, Kades Darek H. Ismail Sahabuddin, tampil menemui warganya. Di hadapan para demontran, Kades Darek mengaku kesal dituduh melakukan perbuatan asusila. Sehingga memutuskan untuk melaporkan warga yang telah mendatangi rumahnya serta menuduhnya melakukan perbuatan asusila. Ia pun meminta warganya supaya menghormati proses hukum yang saat ini tengah berlangsung.

“Terhadap dugaan perbuatan asusila, saya menegaskan tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan,” tegasnya.

Jawaban Kades Darek tersebut langsung menuai reaksi warga yang meminta dilakukan pertemuan atau mediasi antara pihak keluarga dengan Kades. Guna mengklarifikasi dugaan kasus asusila yang terjadi. “Kalau begitu, kami minta BPD segera memfasilitasi pertemuan antara pihak N dengan Kades. Supaya kasus ini jelas,” ujar Samsul Hulaifi, koordinator warga.

Menurutnya, pengakuan sejauh ini hanya pengakuan sepihak. Belum ada pernyataan dari pihak lain, apakah kasus asusila tersebut benar atau tidak. ‘’Kami beri waktu 2 x 24 jam kepada BPD untuk segera menggelar pertemuan untuk mengklarifikasi persoalan yang ada,’’ tegasnya.

Terkait aspirasi warga tersebut, Ketua BPD Darek, Nasuhi, mengatakan siap memfasilitas pertemuan antara kedua belah pihak. Untuk mencari solusi atas persoalan yang ada. Hanya saja, pihaknya meminta waktu untuk mengkoordinasi soal pertemuan ada mediasi tersebut. Mengingat, N sendiri saat ini sudah tidak tinggal di Darek lagi. Tapi sudah kembali ke rumah orang tuanya.

Nasuhi juga mengaku sudah pernah  bertemu dengan pihak N. Dan, membenarkan apa yang dituduhkan. “Tapi nanti akan kita coba fasilitas untuk bertemu. Supaya persoalan ini bisa segera tuntas. Apa yang menjadi aspirasi warga juga akan disampaikan ke atasan Kades, dalam hal ini pemerintah daerah,” pungkasnya. Usai menyampaikan aspirasinya, warga lantas membubarkan diri. (kir)