Lengser dari Pimpinan DPRD NTB, Gerindra Belum Putuskan Penempatan Mori Hanafi

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda mengumumkan bahwa dua pimpinan yakni Mori Hanafi dan Abdul Hadi sudah resmi purna tugas dengan telah terbitnya SK dari Mendagri tentang pemberhentian secara hormat kedua Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB itu.

Hal itu disampaikan Isvie dalam Rapat paripurna DPRD NTB pada Rabu, 27 Juli 2022. “Dua pimpinan DPRD sudah purna tugas. Kami atas nama pimpinan menyampaikan terima kasih atas jasa baiknya sudah 2,5 tahun bersama kita pimpin lembaga DPRD NTB ini,” ucap Isvie.

Dalam rapat paripurna itu pun fraksi PKS pun langsung mengajukan surat masuk terkait penempatan Abdul Hadi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) setelah tidak lagi menjadi pimpinan DPRD. Abdul Hadi ditugaskan partainya untuk duduk di Komisi II yang ditempati oleh Yek Agil yang menggantikannya sebagai pimpinan DPRD.

Namun demikian tidak dengan Mori Hanafi yang masih belum jelas di AKD mana dia akan duduk setelah lengser dari kursi pimpinan. Sebab sampai saat ini Gerindra belum mengusulkan penempatan Mori.

Terkait dengan status Mori yang belum jelas akan duduk di AKD itu, Isvie mengingatkan partai Gerindra tekait dengan konsekuensi yang sangat mengerikan akan diterima Mori jika tidak segera ditugaskan partainya untuk duduk AKD seperti yang dilakukan oleh PKS kepada Abdul Hadi.

“Tanpa bermaksud untuk mencampuri urusan internal partai, tetapi perlu kami ingatkan konsekuensi kalau sampai ada anggota yang tidak masuk dalam AKD. Maka yang bersangkutan tidak akan mendapatkan berbagai tunjangan-tunjangan lain sebagi anggota dewan, kecuali hanya gaji saja,” ungkap Isvie.

Konsekuensi itu sudah menjadi ketentuan peraturan perundang-undangan. Bahkan lebih parah lagi Mori tidak bisa ikut dalam kegiatan-kegiatan agenda kedewanan, seperti ikut rapat paripurna, kunjungan kerja dan masuk dalam kerja-kerja pansus.

“Selama partai tidak menempatkan dia di AKD maka tidak bisa mendapatkan tunjangan AKD. Bahkan tidak bisa ikut jalan kunjungan, tidak bisa ikut masuk pansus. Dia juga tidak bisa ikut rapat paripurna, karena akan duduk di mana tidak ada tempat. Jadi semuanya tidak bisa, karena dia mewakili siapa kalau tidak ada penempatan dari partainya,” jelas Isvie.

Dikonfirmasi terpisah terkait hal itu, Ketua fraksi Partai Gerindra di DPRD NTB, Sudirsah Sujanto menyampaikan bahwa untuk penempatan Mori Hanafi di AKD, pihaknya masih menunggu arahan dan keputusan dari DPD Gerindra. Diakuinya sampai saat ini memang belum ada keputusan soal itu di partainya.

“Bukan tidak diusulkan, tapi belum karena kami ini fraksi merupakan perpanjangan tangan partai, sehingga tentu kami menunggu arahan dan keputusan dari partai. Sebab tidak bisa kami fraksi yang ambil keputusan, maka kita tunggu keputusan partai,” katanya.

Sudirsah pun memastikan bahwa alasan partainya sampai sekarang belum menempatkan Mori di AKD hanya soal waktu saja. Sehingga isu yang menyebutkan Mori benar-benar disingkirkan oleh Gerindra itu dibantahnya.

“Mungkin masih rapat untuk menentukan posisi saudara kami Mori Hanafi, yang jelas tidak ada itu disingkirkan. Kami selaku pimpinan fraksi taat dan patuh pada keputusan partai, kami tunggu arahan partai, termasuk Mori di komisi mana akan ditempat itu kewenangan partai nanti,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Mori Hanafi menanggapinya dengan tenang terkait sikap partainya yang belum menugaskan dia untuk duduk dalam AKD. Menurutnya bahwa konsekuensi jika dirinya belum duduk di AKD tidak sedramatis yang disampaikan oleh Ketua DPRD NTB itu.

“Aduh masalah sepele ibu Isvie ini ada-ada saja. Ya nggak lah (seperti itu sekali-red). Gaji saya cuma kurang Rp200 ribuan saja. Cuma Komisi Rp100 ribu sama Badan Rp100 ribu,” kata Mori kepada Suara NTB.

Begitu juga terkait dengan dirinya yang disebut tidak akan bisa ikut dalam kegiatan-kegiatan agenda kedewanan, seperti ikut rapat paripurna, kunjungan kerja dan masuk dalam kerja-kerja pansus. Menurutnya meskipun belum ditempatkan di AKD masih tetap bisa melaksanakan tugas-tugas kedewanan. “Ya tetap bisalah,” tutupnya. (ndi)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik...

0
Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong pelaku UMKM meningkatkan skala bisnisnya. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan yang ke-77 Republik...

Latest Posts

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...