Kanwil DJPb NTB Gelar ”Treasury Goes To Campus” di UIN Mataram

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat, pada Selasa, 26 Juli 2022 Kanwil Ditjen Perbendaharan Provinsi NTB menggelar acara talkshow Treasury Goes To Campus dengan tema “Peran APBN dalam Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional“.

Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium UIN Mataram dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Acara ini merupakan salah satu agenda kegiatan edukasi mengenai peran Ditjen Perbendaharaan kepada masyarakat khususnya di Perguruan Tinggi.

Kegiatan talkshow Treasury Goes To Campus ini disambut hangat dan antusias oleh Rektor UIN Mataram maupun segenap civitas akademika, dengan jumlah peserta sebanyak 130 orang dari kalangan mahasiswa dan dosen atau perwakilan dari UIN Mataram.

Acara dibuka oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa untuk meningkatkan literasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari kegiatan belajar mengajar di dalam kampus, namun perlu juga mendapatkan pengetahuan dari luar kampus seperti dalam acara kali ini. Dimana mahasiswa memperoleh literasi masalah keuangan negara berasal dari salah satu satker Kementerian Keuangan yang ada di daerah.

Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB Sudarmanto dan Dr. Baiq El Badriati, M.E.I Wakil Dekan 1 FEBI UIN Mataram dengan moderator Adnan Ginanjar Setiawan, Staf (generasi millenial) Kanwil DJPb Provinsi Nusa Tenggara Barat .

 Dalam materinya, Sudarmanto memaparkan mengenai peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB sebagai instansi vertikal Ditjen Perbendaharaan (DJPb) dalam pengelolaan keuangan negara terkait belanja Pemerintah Pusat, Dana Transfer, DAK Fisik dan Dana Desa di Provinsi NTB tahun 2022.

Dalam rangka pemulihan ekonomi telah dianggarkan program pemulihan ekonomi nasional di Provinsi NTB berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), BLT Minyak Goreng, Padat Karya dan Ketahanan Pangan.

Sedangkan untuk penanganan kesehatan telah dianggarkan dana untuk klaim pasien dan insentif nakes. Penyerapan belanja pemerintah pusat di Provinsi NTB sampai dengan triwulan II telah mencapai Rp5,41 triliun atau 39,28% dari APBN yang ada di daerah.

“Capaian penyerapan anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat karena konsumsi pemerintah memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi, yang berarti penyerapan APBN maupun APBD sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat. Untuk tahun 2022, alokasi anggaran pemerintah pusat dan transfer daerah, dan Dana Desa mencapai Rp13,77 triliun,” ujarnya.

Sementara itu Dr. Baiq El Badriati menyampaikan bahwa pada tahun 2022, program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional akan dilanjutkan, dan pelaksanaannya disesuaikan dengan proyeksi perkembangan Pandemi Covid-19, yang difokuskan pada penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan Ekonomi.

Salah satu program pemerintah yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan menggulirkan berbagai bantuan sosial dan bantuan yang masuk dalam belanja pemerintah.

Momentum pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB di era pandemi Covid-19 tengah memasuki babak baru seiring terselenggaranya berbagai ajang balap kelas dunia di Sirkuit Mandalika sejak November 2021 sampai dengan event MotoGP pada tanggal 18-20 Maret 2022.

“Event internasional tersebut telah berhasil menghidupkan kembali sektor-sektor strategis penunjang perekonomian NTB seperti pariwisata, transportasi, hingga usaha UMKM yang secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kinerja ekonomi NTB triwulan I yang tercatat tumbuh positif 7,47 persen,” ujarnya.

Pada sesi tanya jawab, peserta menanyakan bagaimana langkah Kementerian Keuangan menggunakan APBN untuk pemulihan perekonomian, sedangkan di tahun depan belum diketahui apakah pandemi Covid akan berakhir.

Menanggapi hal tersebut, Sudarmanto menyatakan beberapa hal, yang pertama bahwa fokus APBN memandang Covid masih terjaga dan tidak naik lagi, sehingga disediakan dana-dana untuk penanganan Covid baik berupa dana PEN, dana kesehatan maupun bantuan-bantuan langsung yang dibutuhkan dan mengena di masyarakat seperti PKH, Bantuan Langsung Tunai (BLT), subsidi BBM dan subsidi listrik agar dampak pandemi Covid tidak secara langsung mengena di masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kedua, bahwa APBN responsif terhadap pertumbuhan ekonomi, dana APBN diharapkan untuk keperluan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, dilakukan pembangunan infrastruktur penunjang, baik yang masih berlangsung maupun yang baru. APBN diharapkan mampu menjaga iklim usaha. bagaimana agar kesehatan tetap terjaga dan mampu menumbuhkan ekonomi secara baik,” tutupnya.(ris)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

0
Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19 Agustus 2022, wisatawan kelahiran Israel berkebangsaan Portugal meninggal terjatuh di ketinggian 150 meter dari Puncak...

Latest Posts

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...

Dispora NTB Usulkan Porprov NTB Ditunda

Mataram (Suara NTB) - Rencana KONI NTB menggelar Pekan...