DPRD Soroti Proyek Taman Sangkareang

0
Abdurrahman. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kerusakan lapangan basket yang menjadi item pekerjaan panggung Taman Sangkareang menjadi sorotan. Pasalnya, pekerjaan tersebut baru saja selesai dikerjakan. DPRD meminta dilakukan evaluasi terhadap rekanan.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Abdurrahman menjelaskan, kerusakan lapangan basket dipicu aktivitas tinggi sebelum serah terima pekerjaan sehingga mengakibatkan keretakan. Kerusakan ini harus segera diperbaiki oleh rekanan karena pekerjaan baru rampung dikerjakan dua bulan. Semestinya, perencanaan matang dengan kualitas pekerjaan yang baik harus memenuhi hasil maksimal. “Ketika spek di perencanaan memenuhi standar, tentu kualitas juga harus mengikuti,” kata Rahman dikonfirmasi, Selasa, 26 Juli 2022.

Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan, kerusakan itu pada pekerjaan fisik yang baru selesai dikerjakan harus menjadi perhatian serius untuk dilakukan pengawasan. Segala bentuk kegiatan fisik harus sesuai dengan dokumen perencanaan. Rahman menegaskan, Pemkot Mataram setidaknya perlu mengevaluasi rekanan baik dari sisi pengerjaan, spesifikasi bahan, peralatan, perencanaan dan lain sebagainya.

Rekanan yang sama juga memiliki rekam jejak keterlambatan penyelesaian pekerjaan di tahun 2021 lalu. Menurut Rahman, kasus keterlambatan penyelesaian pekerjaan dan kualitas adalah sesuatu yang berbeda. Walaupun terjadi keterlambatan, namun kualitas pengerjaan penataan sebelah selatan Taman Sangkareang bagus. Kemungkinan ini menjadi bahan pertimbangan Pemkot Mataram mempercayai kembali rekanan untuk melanjutkan penataan di Taman Sangkareang.

Mantan Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini mengingkatkan, masalah kualitas menjadi hal utama bagi semua program fisik di Kota Mataram. “Keterlambatan masalah teknis dan administrasi. Masalah kualitas rentan, sehingga butuh perhatian dari pelaksana,” katanya mengingatkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman menerangkan, kerusakan pada lapangan basket di Taman Sangkareang itu sebenarnya bukan murni kesalahan dari rekanan. Pengerjaan konstruksi yang sifatnya aktivitas berat tentu membutuhkan pekerjaan paten dengan konsekuensi anggaran besar. Lapangan basket sifatnya pengecoran biasa dan berpengaruh terdahap temperatur luar udara, sehingga terjadinya penyusutan konstruksi. Dan, sempat kemarin retak akibat mobil tangga perbaikan lampu sehingga keretakan memancing retakan lainnya,” terang Miftah.

Dari sisi perencanaan, lapangan basket hanya rabat biasa. Karena anggaran lebih banyak pada pengerjaan panggung utama Taman Sangkareang. Untuk mengevaluasi rekanan lanjutnya, mereka bekerja sesuai spesifikasi yang ada. Karena, masih masa pemeliharaan rekanan bertanggungjawab untuk memperbaiki. (cem)