Belasan Anak di Lobar Terpaksa Dinikahkan,

Giri Menang (Suara NTB) – Belasan anak usia dini di Lombok Barat (Lobar) terpaksa dinikahkan, akibat mengalami “kecelakaan” atau hamil di luar nikah. Pernikahan usia anak yang diberikan dispensasi menikah inipun menambah deretan kasus di Lobar.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lobar, Erni Suryana menyebut sejauh ini terdapat 17 anak yang diberikan dispensasi menikah lantaran diduga hamil. “Ada 17 anak usia diberikan dispensasi, karena diduga hamil. Karena tidak bisa disidang kalau tidak ada dispensasi dari kami,” jelasnya, Selasa, 26 Juli 2022. Pihaknya sudah ada nota kesepahaman (MoU) dengan PA (Pengadilan Agama), sehingga pihak PA tidak bisa melakukan sidang kalau tidak ada dispensasi dari dinas.

Sejauh ini lanjut dia, banyak dispensasi yang diterbitkan oleh pihaknya. Di mana pihak PA bersurat ke Dinas, apakah bisa direkomendasikan atau tidak. Pihaknya kerjasama dengan Pusksesmas untuk melakukan pemeriksaan,  apakah dia hamil atau tidak. Bukan itu saja, pihaknya turun cek lapangan apakah betul-betul sudah nikah atau belum.

Sejauh ini, katanya, kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Lobar meningkat. “Tahun ini saja, dari Januari sampai Juni jumlah kasus mencapai 75 kasus,” kata dia.

Berdasarkan data DP2KBP3A, jumlah kasus kekerasan anak baik fisik, pelecehan seksual di Lobar tahun ini, dari Januari sampai Juni sebanyak 75 kasus. Jumlah kasus ini meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 63 kasus. Dari jumlah Kasus ini terbanyak perkawinan anak dan kekerasan seksual. Namun ia mengklaim, meningkatnya jumlah temuan kasus sebagai bentuk keberhasilan sistem dan program yang dibangun oleh pemkab, sehingga itu mulai dirasakan oleh masyarakat.

Artinya, masyarakat sudah paham bagaimana ketika mendapatkan kekerasan atau di sekitar mereka ada kejadian kekerasan seksual, baik perempuan dan anak sudah respek. Masyarakat paham kemana melapor, kapan melapor dan kondisi seperti apa yang harus dilaporkan. Sehingga kata dia, penemuan dan penanganan kasus sudah bisa dikatakan 100 persen. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

0
Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19 Agustus 2022, wisatawan kelahiran Israel berkebangsaan Portugal meninggal terjatuh di ketinggian 150 meter dari Puncak...

Latest Posts

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...

Dispora NTB Usulkan Porprov NTB Ditunda

Mataram (Suara NTB) - Rencana KONI NTB menggelar Pekan...