Bank Dinar Rayakan HUT Ke-16 dengan Berbagi Santunan

Mataram (Suara NTB) – BPRS Dinar Ashri, atau Bank Dinar merayakan hari jadinya yang ke – 16 pada 26 Juli 2022. Ditengah situasi ekonomi seperti ini, BPRS dengan aset tebesar dari BPR-BPRS di NTB ini lebih memilih melaksanakan kegiatan sosial, dengan berbagi. Hari jadi tahun 2022 ini diperingati dengan tasyakuran dan berdoa bersama anak yatim. Ada ratusan anak yatim yang diundang di kantor pusat, maupun di kantor-kantor cabangnya.

“Di kantor pusat dan di kantor – kantor cabang, kegiatannya sama. Mengundang anak yatim, dan berdoa bersama,” jelas Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, di kantor pusat Bank Dinar di Jalan Sriwijaya, Mataram, Selasa, 26 Juli 2022. Situasi ekonomi global sedang sulit, demikian juga di nasional hingga daerah. Menurut Mustaen, tidak elok rasanya memperingati hari jadi dengan konsep perayaan hura-hura. Harus ada empati kepada masyarakat di tengah kesulitannya.

Bahkan, katanya, lebih baik memberikan semampu yang bisa dilakukan kepada masyarakat. “Lebih dari 200 paket santunan kami salurkan kepada anak-anak yatim. Kami juga merencanakan, apa yang bisa kita lakukan ke depan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu. Mungkin yang sederhana, kita gelar sunatan massal,” imbuhnya.

Mustaen mengatakan, keberadaan Bank Dinar, sebagai bank daerah harapannya bisa berkontribusi lebih besar kepada masyarakat yang tidak mampu. Keuntungan yang didapat dari bisnis perbankan yang dijalankan, sebagian dikembalikan kepada masyarakat melalui program-program sosial di bidang pendidikan, kesehatan, dan kegiatan-kegiatan pendukung sarana beribadah.

Di usianya yang sudah lebih dari satu setengah dasawarsa ini, Bank Dinar masih tetap tumbuh sebagai BPRS terbesar di NTB. Dibanding BPR dan BPRS lainnya. Secara nasional, Bank Dinar juga menempati urutan ketiga BPRS beraset terbesar. Namun berada pada posisi BPRS terbaik nasional. Meski beraset terbesar ketiga nasional, dari sisi laba (keuntungan), Bank Dinar menempati posisi terbaik nasional pencapaian labanya.

“Kalau labanya baik, berarti manajemen dan capaian banknya baik. Alhamdulillah masih bisa kita bertahan di posisi terbaik ini,” ujarnya. Tingkat kredit macet, atau non performing financing (NPF) terjaga cukup baik, masih dibawah 1 persen. artinya tingkat kepatuhan nasabah Bank Dinar cukup baik terhadap kewajiban-kewajiban perbankannya. Pada semester I 2022 ini, pembiayaan sudah tumbuh 10,3 persen. jauh lebih baik dibandingkan keadaan nasional.

“Aset sudah Rp884 miliar per Juni 2022. DPK (Dana Pihak Ketiga/tabungan, deposito dan giro) kita pertahankan pertumbuhannya sebanding dengan pertumbuhan pembiayaan. Agar seimbang. Semoga kami tetap dapat mempertahankan kondisi ini, dan meningkatkannya,” demikian Mustaen. (bul)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Petani Porang di Sekotong Tengah Keluhkan Ruas Jalan Rusak

0
Akibat jalan rusak di wilayah terisolir Dusun Serero Desa Sekotong Tengah kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), menghambat segala aktivitas warga setempat. Dimana warga sakit...

Latest Posts

Petani Porang di Sekotong Tengah Keluhkan Ruas Jalan Rusak

Akibat jalan rusak di wilayah terisolir Dusun Serero Desa...

Peredaran Dua Kilogram Narkoba di NTB Digagalkan

Mataram (Suara NTB) - Polda NTB menggagalkan peredaran narkoba...

Polisi Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Kasus Dana Kapitasi Puskesmas Babakan

Mataram (Suara NTB) - Polresta Mataram mengaku sudah menerima...

Kemendikbudristek dan Polda NTB Luncurkan Sekolah Satu Atap di Teluk Gok

Mataram (Suara NTB) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...