Unram Gelar PKKMB bagi Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN

0
Suasana PKKMB bagi mahasiswa baru Jalur SNMPTN Unram, Senin, 25 Juli 2022. (Suara NTB/ist)

Universitas Mataram (Unram) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Gedung Auditorium M Yusuf Abubakar Unram. PKKMB jalur SNMPTN ini dilaksanakan dari Senin, 25 Juli 2022 sampai dengan Kamis, 28 Juli 2022. Sebanyak 1.080 orang mahasiswa baru Unram yang diterima melalui jalur SNMPTN mengikuti kegiatan ini.

Pembukaan PKKMB jalur SNMPTN dilaksanakan Senin, 25 Juli 2022. Pembukaan dihadiri Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani, M.Si., para wakil rektor, dekan, para pejabat di lingkungan Unram, tamu undangan lainnya, dan para mahasiswa baru.

Ketua Panitia PKKMB Unram tahun 2022, Dr. dr. Rohadi, SpB., dalam laporannya mengatakan, sejalan dengan visi Indonesia Maju dan SDM Unggul, bahwa tidak ada cara lebih efektif untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa selain melalui jalur pendidikan.

Kemendikbudristek melakukan berbagai strategi untuk menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sejak pertama kali diluncurkan di awal 2020. Program MBKM mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Tujuan PKKMB jalur SNMPTN tahun 2022 untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan di perguruan tinggi.  “PKKMB merupakan wahana bagi pemimpin perguruan tinggi untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru untuk proses transisi menjadi mahasiwa yang dewasa, mandiri, dan sebagai bekal untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.

Diharapkan, PKKMB menjadi wahana pengenalam lima program nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu. Melalui PKKMB, mahasiwa kelak menjadi alumni yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air dan berdaya saing global.

“Hasil yang nanti diharapkan adalah, mahasiswa memahami dan mengenali lingkungan perguruan tingginya, terutama organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran dan kemahasiswa. Meningkatnya kesadaran berbangsa bernegara dan cinta tanah air dalam diri mahasiswa baru,” ujar Rohadi.

Mahasiswa juga diharapkan memahami arti penting pendidikan yang ditempuhnya, pendidikan karakter, dan pengembangan kompetensi bagi kemajuan bangsa serta, mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terciptanya persaudaraan dan kekeraabtan antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika di lingkungan Unram. Terciptanya mahasiwa yang selalu mengedepankan sikap sebagai intelektual. Mahasiswa memhami kiat sukses belajar dan mengembangkan diri di perguruan tinggi.

“Terciptanya generasi unggul yang mandiri dan bertanggung jawab, dan terciptanya pembelajar yang lincah dan tangguh,” harap Rohadi.

Narasumber kegiatan jalur SNMPTN, terdiri dari Kemendikbudristek, unsur kepolisian dari Kapolda NTB, dari TNI Korem 162 Wira Bhakti, dan unsur Pimpinan Unram.

Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani, M.Si., dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan, pihaknya sangat yakin kehadiran mahasiswa baru ini adalah pilihan terbaik, berkat kesungguhan hati dalam menetapkan pilihan.

“PKKMB dilaksanakan secara matang sebagai momentum bagi maba untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi, baik bidang akademik dan nonakademik. Mahasiswa baru tentu memerlukan kesiapan akademis, psikologis, sosial, dan sarana dan prasarana yang dapat mendukung proses pembelajaran,” harap Enny.

Kebijakan MBKM mendorong mahasiwa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tapi juga sebagai individu yang kreatif, inovatif, berdaya saing tinggi, dan berkarakter. “Jadi PKKMB yang diharapkan dapat menjadi penyadaran terhadap adanya hal-hal yang dapat menghambat studi mahasiswa baru dan menghambat tujuan nasional, termasuk masalah radikalisme, terorisme, penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, plagiat, korupsi dan lainnya,’’ terangnya.

Kegiatan ini, tambahnya, sudah dikemas oleh panitia untuk memberikan materi-materi yang membekali mahasiwa baru untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kedalaman ilmu yang ditekuninya, keluhuran akhlak, intelektual, moralitas, spiritual, dan cinta tanah air dan berdaya saing global. (ron/*)