Target Penurunan Kemiskinan Tak Tercapai, Ribuan Jiwa Penduduk Lobar Hidup Miskin Ekstrem

Giri Menang (Suara NTB) – Kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menyentuh angka 3 persen lebih atau setara 2,1 ribu jiwa lebih dari total penduduk 700 ribu jiwa. Warga yang hidup pada hadis kemiskinan ekstrem ini notabene warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Pemda pun merevisi atau menurunkan target kemiskinan dan pengangguran ini, pada kurun waktu 2020-2021. Lantaran dari target itu tidak bisa dicapai oleh Pemda.

Kepala Bapedda melalui Kepala Bappeda Ahmad Saikhu melalui Kabid Penelitian Pengembangan dan Perencanaan Pembangunan, Deny Arif Nugroho mengatakan jumlah penduduk yang hidup miskin ekstrem atau berada pada kerak kemiskinan mencapai 3 persen lebih. “Tiga koma sekian persen angka kemiskinan ekstrem di Lobar. Kalau jumlah penduduk Lobar 700 ribu, maka tiga persennya sekitar 2.100 jiwa,” sebut Deny, Senin, 25 Juli 2022.

Penduduk yang miskin ekstrem ini, betul-betul berada di kerak kemiskinan. Mereka ini, tergolong jompo tak mampu, cacat dan lainnya. Arif menjelaskan, saat ini angka kemiskinan mengalami kenaikan. Terdapat 105 ribu jiwa lebih penduduk Lobar masih hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah ini bertambah dari tahun sebelumnya, karena itu, pihak Pemda pun merevisi target kemiskinan, dari sebelumnya 14,0 persen menjadi 14,47 persen. “Target kemiskinan dinaikkan, seharusnya targetnya 14,00 dinaikkan (direvisi) menjadi 14,47 persen, itu disesuaikan dengan revisi karena ada bencana Covid-19,” terang Arif.

Revisi dilakukan karena kalau target terlalu kecil maka sulit dicapai dengan kondisi pandemi, sehingga targetnya dinaikkan agar bisa tercapai. Sebab, kata dia, kemiskinan itu menggunakan indikator negatif. Artinya kalau semakin diturunkan target maka semakin bagus.

Terkait target kemiskinan di RPJMD 2019-2024, hingga akhir masa jabatan Bupati dan Wabup mencapai 12 persen. Meski berat, pihak Pemda akan berupaya mencapai target tersebut.  Ia menambahkan, selain kemiskinan, pihaknya juga merevisi target penurunan pengangguran terbuka (TPT). Awalnya dari 3,00 persen menjadi 3,27 persen. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...