Sukses Gelar Kejurda Paralayang, Sky Lancing Incar Jadi Venue PON 2028

0
Kejurda Paralayang NTB yang diselenggarakan BNNP NTB serta Lanud BIZAM digelar di kawasan wisata Lancing Kecamatan Praya Barat,Lombok Tengah (Loteng) mulai Jumat, 22 Juli 2022 sampai Minggu, 24 Juli 2022. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kawasan Sky Paragliding Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) baru saja mecatat sukses sebagai lokasi gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Paralayang NTB, akhir pekan kemarin. Target tinggi pun mulai dibidik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Loteng, untuk menjadikan kawasan sky Lancing sebagai venue kejuaraan nasional (kejurnas) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 mendatang. Di mana NTB bersama NTT bakal menjadi tuan rumah bersama.

Kepada Suara NTB, Senin, 25 Juli 2022, Ketua FASI Loteng, Roy Rahmanto, mengatakan, berkaca dari gelaran kejurda paralayang yang  baru lalu, dari sejumlah aspek kawasan sky Lantan sudah sangat siap menjadi lokasi event paralayang atau sejenisnya. Tinggal perlu pembenahaan dibeberapa aspek lagi, terutama soal sarana prasarana penunjang. Utamanya akses jalan menuju kawasan tersebut.

‘’Kalau dari aspek lokasi gelaran event paralayang sudah sangat siap. Lokasi untuk landing dan take off juga cukup luas. Kondisi kawasan juga tidak terlalu curam, jadi jauh lebih safety (aman),” sebutnya. Terbukti selama gelaran kejurda yang lalu, tercatat tidak ada insiden atau kecelakaan yang terjadi alias zero accident.

Hanya saja memang ada beberapa hal yang juga butuh kajian lebih mendalam. Misalnya, soal kondisi anggin yang masih belum bisa diprediksikan. Maklum, karena kawasan tersebut baru pertama kali menjadi lokasi event paralayang. Sehingga kondisi angin belum bisa diprediksikan dengan lebih detail.

“Kemarin saat kejurda kondisi sempat berubah-ubah dengan cepat. Kecepatan angin juga terbilang cepat. Jadi agak menyulitkan para peserta,” imbuh salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng ini.

Hal itulah yang perlu dikaji lebih mendetail, untuk mengetahui pada bulan berapa kondisi angin yang terbaik di kawasan tersebut. Sehingga  nantinya bisa menjadi acuan, kapan event paralayang bisa digelar di lokasi tersebut.

Walaupun pada prinsipnya, kapanpun paralayang bisa digelar selama ada angin. Tetapi tentu ada waktu-waktu yang terbaik untuk menggelar event paralayang. Karena memang olahraga tersebut sangat bergantung pada kondisi angin.

‘’Untuk mengkaji kondisi angin ini butuh proses. Tidak bisa hanya sekali dua kali. Tapi beberapa kali supaya bisa memperoleh gambaran yang pas terkait kondisi angin di kawasan tersebut,’’ tandasnya. Dengan begitu, nantinya bisa diprediksikan kapan waktu terbaik untuk menggelar event paralayang di lokasi tersebut. (kir)