Suhu Udara Sangat Rendah, Sembalun Mencapai 0 Derajat Celcius

0
Es ditemukan di Bukit Kondo dan Savana Propok TNGR (Foto Instagram @dimasalfaraby)

Mataram (Suara NTB) –  Semakin mendekati puncak musim kemarau, suhu udara di Provinsi NTB semakin dingin dari sebelumnya, terlebih pada malam hari. Kondisi ini semakin terasa Senin, 25 Juli 2022, suhu udara di Kota Mataram mencapai suhu 17 derajat celcius, jauh di bawah suhu terendah biasanya yang berada di atas 20 derajat celcius.

Kondisi lebih ekstrem lagi terjadi di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Suhu pagi hari di Desa tersebut mencapai 9 derajat celcius. Bahkan di atas Bukit Savana Propok para pendaki menemukan embun di bagian tenda mereka membeku jadi es. Hal itu mengindikasikan bahwa suhu udara di bukit tersebut mencapai 0 derajat celcius.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Dhian Yulie Cahyono mengatakan, berdasarkan hasil pengamatannya di titik pengamatan dengan ketinggian stasiun 96.6 mdpl tercatat suhu udara minimum tanggal 24 Juli 2022 mencapai 16,6 Celsius.

“Sedangkan area Sembalun dan sekitarnya yang notabene berada di dataran tinggi tentu memiliki suhu minimum yang jauh lebih rendah hingga di bawah titik beku 0 derajat celcius, sehingga mampu mengubah fasa air menjadi padat berupa es,” tuturnya saat dihubungi Suara NTB Senin, 25 Juli 2022.

Penyebab suhu dingin ini masih sama dengan suhu dingin beberapa minggu belakangan ini yakni angin monsoon Australia yang membawa udara kering bersifat dingin berhembus menuju Asia. Dinginnya udara tersebut dikarenakan saat ini Australia sedang memasuki musim dingin atau winter season.

Selain itu, kondisi ini juga disebabkan tutupan awan yang mulai sedikit saat musim kemarau. Saat siang hari, matahari akan terasa terik dan menyengat karena sedikitnya tutupan awan. Karena pada saat itu gelombang pendek yang terpancar dari matahari akan terserap sempurna oleh permukaan bumi.

Namun saat tiba malam hari yang cerah dan tidak terdapat tutupan awan, gelombang panjang akan terpancarkan seluruhnya ke angkasa tanpa adanya pantulan kembali oleh awan, sehingga suhu akan terasa lebih dingin dari biasanya. (ris)