Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak

0
Kadek Adi Budi Astawa. (SuaraNTB/ils)

Mataram (Suara NTB) – Kepolisian Resor Kota (Polresta)  Mataram, menetapkan tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Terduga pelaku yang diketahui berinisial MT (50) tersebut tidak bisa berkutik pada dilakukan penangkapan dan mengakui semua perbuatannya.

“Pelaku sudah kita tangkap dan dilakukan penahanan sementara untuk korban AKW (6) kondisi psikologinya sudah semakin membaik meski tetap dilakukan pendampingan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST., S. IK, Senin, 25 Juli 2022. Pelaku juga terancam dijerat dengan pasal 81 jo 76 D UU 35 tahun 2014 dengan hukuman 15 tahun penjara.

Kasus ini terungkap setelah korban mengeluh sakit pada bagian organ intimnya kepada ibu dan bibinya. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya luka baru di bagian organ intim korban dan dibuktikan hasil visum at revertum. Polisi kemudian melakukan pengembangan atas laporan tersebut sehingga terduga pelaku yang diketahui bekerja sebagai nelayan tersebut berhasil ditangkap.

“Proses pemberkasan terhadap perkara ini terus berposes dan kita targetkan dalam waktu dekat sudah dilakukan tahap dua,” sebutnya. Dikatakannya, kasus berawal ketika korban bermain di halaman masjid di Lingkungan Mapak. Tersangka yang pada saat itu berada di halaman masjid langsung menarik tangan korban ke kamar mandi dan langsung melakukan perbuatan asusila tersebut.

Penanganan terhadap perkara ini juga menjadi atensi pihaknya untuk dituntaskan terutama dalam pemulihan kondisi psikologi korban. “Pemulihan kondisi psikologi korban jadi atensi kita saat ini, meski sudah membaik tetapi proses pemantauan terus dilakukan,” sebutnya.

Dirinya juga mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya terutama pergaulannya. Hal itu dilakukan karena anak dianggap sangat rawan menjadi korban pelecehan seksual maupun masalah lainnya. Sehingga butuh kerjasama terutama orang tua karena jika tidak dilakukan demikian, maka kasus tersebut akan tetap ditemukan. “Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan perkara ini, melainkan butuh kerjasama semua pihak terutama orang tua agar bisa mengawasi pergaulan anak-anaknya,” tandasnya. (ils)