Pejagal Keluhkan Ketersediaan Sapi

0
Satgas Ops Aman Nusa pada saat melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram. (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Satuan Tugas (Satgas) operasi aman Nusa II, melakukan kordinasi lanjutan terkait keluhan pejagal yang kekurangan hewan untuk dipotong. Koordinasi dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dipotong oleh pejagal tidak terdampak penyakit kuku dan mulut (PMK).

“Kordinasi kita lakukan untuk membantu para tukang jagal yang mengaku kesulitan untuk menemukan sapi untuk sembelih akibat masih ditutupnya pasar hewan yang ada di wilayah Mataram,” ujar Kapolresta, melalui Kasi Humas Iptu Siswoyo SH, kepada wartawan, Senin, 25 Juli 2022. Para tukang jagal juga terpaksa mencari sapi sendiri dengan harga yang relatif mahal.

Dikatakannya, tujuan koordinasi tersebut diharapkan bisa memberikan solusi agar pemerintah bisa kembali membuka pasar hewan. Hal ini tentu dengan syarat hewan yang akan dijual harus memiliki surat kesehatan dan telah dilakukan vaksin. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran PMK meski saat ini kasusnya sudah mulai melandai. “Kordinasi kita dengan harapan bisa membuka pasar hewan agar ketersediaan daging bisa terjaga,” tandasnya.

Sedangkan ketersedian stok vaksin khusus di Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram sudah habis terpakai untuk dilakukan penyuntikan kepada sapi milik peternak. Sementara untuk pengiriman vaksin  selanjutnya masih menunggu dari Dinas pertanian Provinsi NTB. Dirinya juga mengaku akan terus mengawal proses vaksin PMK ini sehingga kasusnya bisa terus ditekan. “Kasus PMK masih menjadi atensi kita saat ini, sehingga kami berharap agar kebutuhan vaksin segera dipenuhi untuk melanjutkan program vaksinasi,” tandasnya. (ils)