Korban Bencana Banjir Tagih Janji Bupati Lobar

Rumah korban bencana di dua kecamatan, Gunungsari dan Batulayar hingga saat ini belum ada kepastian kapan ditangani. Sebagian rumah warga yang rusak parah pun terpaksa tinggal di hunian sementara dan sebagian dari mereka terpaksa kembali ke rumah yang diperbaiki seadanya. Mereka pun menagih janji Bupati Lobar yang sebelumnya berjanji menangani rumah warga awal tahun ini.

KELUHAN warga itu diserap oleh Wakil ketua DPRD Lobar, Hj Nurul Adha. Saat dikonfirmasi, Senin, 25 Juli 2022, Nurul Adha mengatakan sebagai wakil rakyat dirinya pun ditanya oleh korban bencana bagaimana kelanjutan penanganan dampak banjir terutama rumah warga. “Karena pak bupati janji langsung ke warga pada saat turun langsung, akan perbaiki ini, akan bangun ini, tapi sampai sekarang belum. Ini warga yang tanya, dan nagih,” kata ketua DPD PKS Lobar itu.

Menurut politisi asal Kediri itu, tahun ini menjadi momentum bagi bupati untuk merealisasikan komitmen dan janjinya. Karena ini bukan sekadar janji, namun itu menjadi kewajiban Pemkab. Harusnya bagiamana caranya Pemkab merealisasikan.

Bahkan kata dia, ada salah satu KK di Kekait itu menjadi korban gempa tahun 2018. Lagi-lagi mereka terkena banjir tahun 2021 akhir. Namun hingga saat ini belum ada diberikan bantuan untuk penanganan rumahnya. Keluarga ini pun terpaksa tinggal di berugak, dengan kondisi sakit-sakitan. “Mereka (Suami-isteri) sakit-sakitan,” ujarnya. Hal semacam ini, meskipun satu dua KK, namun kalau tidak selesaikan akan menjadi masalah besar.

“Karena ini terkait dengan hak rakyat, dan mereka dijanjikan,” imbuh dia. Ia berharap jangan sampai direalisasikan tahun 2023. Karena seharusnya ada celah pemkab menangani. Misalnya, dari program rumah kumuh yang bisa diprogramkan untuk penanganan rumah warga korban bencana ini. Di samping kata dia, Pemkab harus lebih proaktif melobi ke pemerintah pusat.

Bupati H. Fauzan Khalid menyebutkan, dari hasil koordinasi dengan pemerintah pusat terhadap usulan perbaikan rumah korban banjir bandang, hingga saat ini belum memberikan kepastian anggaran untuk perbaikan rumah korban banjir. “Belum ada jawaban pasti dari pusat, dari anggaran prioritas yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan  Bencana (BNPB), ” kata Bupati saat ditemui.

Pihaknya menyebutkan, terakhir pihaknya komunikasi dengan pemerintah pusat bersama beberapa anggota DPR-RI beberapa pekan yang lalu,  komunikasi terkait dengan usulan tindak lanjut dari usulan Pemkab Lombok Barat untuk perbaikan rumah korban banjir. Namun dari pemerintah pusat belum juga memberikan kepastian anggaran.  “Kalau anggaran dari saya, pasti saya bangun, tapi ini kita masih berjuang,” tegasnya.

Camat Batulayar, Afgan Kusuma Negara yang dikonfirmasi terkait hal ini sangat berharap agar penanganan rumah warga terkena bencana dipercepat. “Masak sampai tujuh bulan mereka dibiarkan terlunta-lunta di rumah keluarganya, atau Huntara,” tegas Afgan, kemarin. Pihaknya berharap agar OPD yang menangani lebih gesit, karena sudah lama warga terdampak bencana belum juga ditangani rumahnya. Sejak awal Desember 2021 lalu. “Coba dibayangkan, selama tujuh bulan tanpa ada kepastian dan kejelasan,” jelasnya. \

Dikatakan, hasil rapat selalu jawaban OPD adalah segera dan segera ditangani. Hanya saja tidak ada kejelasan kapan tanggal dan bulan sekian. Pihaknya berharap ada target dari OPD dalam penanganan rumah warga ini supaya cepat ditangani.

Terikait serifikat tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan rumah, sejauh ini sudah selesai melalui program PTSL. Tinggal kalaupun digeser agar tidak di pinggir sungai, kata dia bisa dilakukan. Namun yang ditunggu adalah kepastian. “Kalau kecamatan Batulayar tidak ada masalah, seharusnya bisa didahulukan (penanganan), kerjakan mana yang mudah terlebih dahulu. Jangan nunggu di kecamatan lain (Gunungsari),” harap dia.

Akibat dari bencana banjir bandang, tercatat ada 1.850 rumah terdampak. Namun dari data ini, hanya sebanyak 95 unit mengalami kerusakan baik ringan, sedang dan berat yang layak diusulkan untuk penanganan ke pusat. Kerusakan 95 unit rumah itu, rusak ringan 18 unit, rusak sedang 26 unit, rusak berat 61 unit. Serta ada tembahan rumah yang akan direlokasi 50 unit dan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang rusak diterjang banjir dan longsor sebanyak 31 unit. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik...

0
Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong pelaku UMKM meningkatkan skala bisnisnya. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan yang ke-77 Republik...

Latest Posts

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...