Kerugian Capai Rp5,8 Miliar, Dugaan Sementara, Kebakaran Dipicu Arus Pendek Listrik

0
Petugas Damkar bersama Warga, aparat TNI/Polri membersihkan puing-puing sisa kebakaran di kompleks pertokoan Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin, 25 Juli 2022. (Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bima masih memprakirakan kerugian akibat kebakaran di kompleks pertokoan Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima mencapai Rp5,8 miliar.

Sementara penyebab kebakaran masih diselidiki oleh aparat Kepolisian. Namun dugaan sementara penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting listrik.

“Berdasarkan pendataan terbaru, tercatat ada sebanyak 7 bangunan yang terbakar,” kata Plt. Kepala Damkar Kabupaten Bima, Drs. Ishaka, Senin, 25 Juli 2022.

Ia mengaku tujuh bangunan yang dilahap si jago merah itu terdiri 3 rumah dan toko (Ruko) 2 bengkel serta 2 unit rumah warga. Dan dari 7 bangunan yang terbakar itu 5 unit diantaranya kondisi rusak berat dan sisa 2 unit kondisinya rusak sedang.

“Dari 7 bangunan yang terbakar dengan kondisi rusak berat dan sedang, prakiraan kerugian sementara mencapai Rp5,8 milliar,” ujarnya.

Ishaka mengungkapkan, penyebab kebakaran yang terjadi pada Minggu, 24 Juli 2022 hingga kini masih diselidiki aparat Polres Bima. Namun dugaan sementara penyebabnya akibat korsleting listrik pada salahsatu ruko bernama Permata milik H. Abdurahman.

“Penyebabnya masih diselidiki aparat kepolisian. Tapi dugaan sementara akibat arus pendek listrik di salahsatu ruko milik H. Abdurahman,” ujarnya.

Ishaka menambahkan, hingga saat ini pihaknya bersama dengan warga setempat yang dibantu aparat TNI/Polri terus membersihkan puing-puing sisa material kebakaran serta membangun posko tanggap darurat.

“Saat ini tahap pembersihan puing-puing kebakaran. Kita juga telah membangun posko tanggap darurat yang dipusatkan di Kantor Desa Tente,” pungkasnya. (uki)