Jumlah Fasilitas Kesehatan, Lotim Belum Penuhi Standar WHO

0
Pathurrahman (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu daerah yang potensial untuk tempat investasi sektor kesehatan. Sampai saat ini, daerah yang dihuni 1,3 juta jiwa penduduk ini belum memenuhi standar World Health Organization (WHO) tentang rasio jumlah fasilitas kesehatan.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lotim Dr. H. Pathurrahman saat diwawancara di Selong, Senin, 25 Juli 2022. Rasio idealnya, 1 tempat tidur di fasilitas kesehatan untuk 1.000 penduduk. Jumlah 1,3 juta berarti membutuhkan 1.300 tempat tidur. ‘’Posisi sekarang, jumlah tempat tidur mulai dari puskesmas sampai rumah sakit baru mencapai 1.015. Jumlah tersebut diakui masih sangat kurang, sehingga membutuhkan terus penambahan jumlah tempat tidur,’’ terangnya.

Saat ini di Lotim terdapat 35 puskesmas, tiga rumah sakit milik pemerintah. Ada tambahan baru rumah sakit di Suela yang sedang dalam proses pembangunan.

Mengenai persoalan kekurangan akses kesehatan di Lotim itu coba terus diupayakan ke Kementerian Kesehatan. Harapannya, terus ada tambahan fasilitas kesehatan. “Supaya ideal, perlu tambahan terus fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Lotim dalam hal ini, ujarnya, tetap mengikuti fokus pembangunan nasional dan berharap ke depan dengan  ikhtiar bersama ratio terpenuhi. Selain itu, masyarakat bisa dengan mudah akses cepat layanan kesehatan. “Saat ini kita belum hitung swasta, kita fokus milik pemerintah dulu,” katanya. (rus)