Distan Lobar Mulai Gerebek Vaksin, Peternak yang Ternaknya Mati akibat PMK akan Diganti Rugi

0
Kepala Distan Lobar H. Lalu Winengan bersama tim saat turun Gerebek Vaksin Ternak PMK di Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah memastikan akan berikan ganti rugi bagi para peternak yang sapinya mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun, saat ini pemerintah pusat disebut masih melakukan pembahasan terkait berapa nominal yang akan diberikan sebagai kompensasi. Apakah akan sama jumlahnya dengan hewan ternak yang sudah usia dewasa atau pun masih kecil.

Sementara untuk menekan kasus PMK, Dinas Pertanian Lobar menggencarkan vaksinasi terhadap ternak dengan melakukan gerebek vaksin.  “Untuk peternak yang sapinya mati karena PMK akan mendapatkan kompensasi, termasuk yang harus potong paksa,”  kata Kepala Distan Lobar, H. Lalu Winengan, saat ditemui di kantornya, Senin, 25 Juli 2022.

Uang kompensasi itu, ujarnya, awalnya akan diberikan sama rata sebesar Rp10 juta. Namun, saat ini hal tersebut masih dalam pembahasan. “Ini untuk mensejahterakan dan memberi senyum bagi peternak, sehingga masyarakat jangan khawatir,” ungkap dia.

Saat ini, data sapi yang mati akibat PMK yang dicatat pihaknya kurang lebih sekitar 13 ekor. Kemudian yang dipotong paksa berjumlah sebanyak tujuh ekor.

Peternak lain yang sapinya mati pun diminta segera melapor, namun harus disertai bukti konkrit seperti foto dan rekomendasi dari petugas kesehatan hewan yang memeriksa hewan tersebut saat itu. “Syaratnya untuk dapat harus lapor ke petugas, tidak hanya bilang sapinya mati tapi foto sapinya yang mati tidak ada, ya ndak bisa,” terangnya.

Karena dikhawatirkan bila tanpa disertai bukti, akan banyak pihak yang mengaku hewan ternaknya mati akibat PMK. “Kalau nggak ada itu (bukti) ya nggak dapat,” tegas Winengan.

Ia menjabarkan, hewan ternak di Lobar yang terpapar PMK hingga saat ini berjumlah 15.764 ekor. Sementara yang sudah sembuh berjumlah 14.539 ekor. Sedangkan yang masih sakit kurang lebih sekitar 1.103 ekor. “Jadi yang sudah sembuh itu di atas 98 persen sekarang, makanya vaksinasi kita kebut,” pungkas dia.

Untuk menekan penularan PMK ini, pihaknya melakukan gerebek vaksin PMK secara menyeluruh. Sebanyak 1.500 dosis tersebar di berbagai kawasan, mulai dari Selatan, Tengah, hingga Utara Lobar. “Kami melaksanakan vaksinasi di tiga wilayah, Utara, Selatan dan Tengah. Untuk dosis vaksin yang dikasih hari ini 1.500,” ujarnya.

Sebanyak 1.500 dosis vaksin itu pun ditargetkan habis dalam dua hari. Untuk kemudian pihaknya akan meminta tambahan dosis agar seluruh hewan ternak, terutama populasi sapi yang sehat di Lobar dapat segera tervaksin secara merata.

“Karena dari 126.000 populasi sapi di Lombok Barat, itu di kawasan Gerung, Lembar dan Sekotong yang terbanyak. Itu sekitar di atas 90.000,” imbuh dia.

Atas dasar itu, tiga kawasan itu pun diberikan alokasi vaksin sebesar 1.000 dosis dengan mengerahkan kurang lebih 85 orang tim vaksin beserta tim input data. Sementara di wilayah Utara, vaksin yang disebar berjumlah 300 dosis dan di wilayah tengah kurang lebih 200 dosis. “Itu saya tugaskan, atas kesepakatan dengan tim, hari ini sama besok harus tuntas 1.500 dosis itu,” tegasnya.

Ia pun meminta agar Pemprov bisa segera menyediakan tambahnya stok vaksin, agar program itu bisa terus dilakukan secara door to door dalam waktu dua pekan. Karena untuk vaksinasi tahap ke-tiga, pihaknya dijanjikan akan diberikan 10.000 dosis. “Itu hanya 14 hari, insya Allah selesai vaksin 100 persen beserta laporannya,” tegas dia.

Winengan juga berharap, pemerintah mau pun pihak swasta ada yang tergerak hatinya untuk membantu anggaran, sebagai insentif bagi para petugas vaksin tersebut. “Yang kita butuhkan saat ini juga untuk operasional tukang vaksin. Karena mereka akan bekerja sampai jam berapa pun  kalau targetnya hari ini 800, harus tuntas 800 itu,” tandasnya.

Fajri, seorang peternak di Kebon Ayu pun mengakui saat ini kondisi sapinya sudah mulai membaik. Rasa khawatirnya pun mulai berkurang, karena saat ini, sapinya sudah mulai divaksin. “Syukur alhamdulillah, sekarang sudah sehat. Vaksinnya sudah ada yang dua kali ada yang tiga kali,” ungkapnya.  (her)