Diiringi Sumpah Palapa, Petani Tebu di Dompu Serukan Ganjar Presiden 2024

0
Di lereng Gunung Tambora, tepatnya di kawasan perkebunan tebu Desa Surinomo, Pekat, Kabupaten Dompu,  petani tebu berkumpul untuk mendeklarasikan Ganjar Pranowo Presiden 2024. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Di lereng Gunung Tambora, tepatnya di kawasan perkebunan tebu Desa Surinomo, Pekat, Kabupaten Dompu,  petani tebu berkumpul untuk mendeklarasikan Ganjar Pranowo Presiden 2024. Mereka tergabung dalam Petani Tebu Bersatu (Petebu) Dompu.

Deklarasi tersebut  diikuti petani tebu dari sedikitnya lima desa. Di antaranya Desa Sorinomo, Desa Pekat, Desa Doropeti, Desa Beringan Jaya dan Desa Nangakara.

Ketua Koperasi Tani Tebu Karya Bersama Kabupaten Dompu, Effendi Irawan mengatakan, Ganjar punya rekam jejak dan visi yang jelas untuk kesejahteraan para petani. Mulai dari bantuan permodalan, mengatasi persoalan dalam proses produksi, sosialisasi hasil panen, tata niaga, hingga promosi.

Kepedulian Ganjar Pranowo di sektor pertanian telah ditunjukannya saat masih menjabat di legislatif sebagai anggota DPR RI hingga eksekutif seperti saat ini, memimpin wilayah Jawa Tengah.

‘’Sebagai petani tebu di Kabupaten Dompu, kami percaya Bapak Ganjar Pranowo ini adalah figur yang pro terhadap masyarakat kecil. Dia memperhatikan masyarakat kecil terutama petani yang masih perlu bantuan,’’ ucap Effendi di lokasi, Senin, 25 Juli 2022.

Effendi yang juga Ketua Karang Taruna Desa Surinomo mengaku, petani tebu di Kabupaten Dompu merasakan dampak lesunya harga jual tebu yang kini berkisar Rp440 ribu per ton. Sementara, perluasan area perkebunan tebu di kawasan Dompu sebenarnya masih harus dilakukan guna memenuhi kebutuhan gula baik tingkat daerah maupun nasional.

‘’Jika Bapak Ganjar Pranowo menjadi Presiden, kami percaya beliau bisa membantu kami. Harga tebu kami supaya dimaksimalkan. Lalu, perluasan areal kebun tebu melalui bantuan sosial untuk masyarakat yang mau menanam tebu. Karena saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan dana untuk menanam tebu,” kata Effendi

“Masyarakat mengharapkan agar bantuan dana perluasan setiap tahun terus dikucurkan di Kabupaten Dompu, karena saat ini target dari mitra PT SMS belum tercapai, masih jauh,” imbuh Effendi.

Ganjar Perjuangkan Hak-hak Petani

Effendi menyebut petani tebu se-Kabupaten Dompu siap menjadi garda terdepan mendukung Ganjar Pranowo Presiden 2024-2029. Sebab, sosok Ganjar dinilai sebagai pemimpin berkarakter kuat, ramah, merakyat, tetapi juga tegas jika terjadi suatu permasalahan.

‘’Jadi sosoknya (Ganjar) diharapkan oleh masyarakat tani untuk memperjuangkan hak-hak tani terutama masalah nilai jual produksi tani kami,’’ jelas Effendi.

Sementara itu, salah satu petani tebu asal Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Imran (30) menyebutkan Ganjar Pranowo merupakan putra bangsa yang dibutuhkan untuk memimpin Indonesia ke depan. Menurut Imran, pandangan visioner Ganjar terbukti dapat mengentaskan banyak permasalahan tani.

‘’Figur dari Bapak Ganjar ini luar biasa. Beliau sayang anak-anak, pemikirannya jauh ke depan, itulah beliau. Saya sangat menginginkan Pak Ganjar saja yang menjadi presiden untuk kesejahteraan sektor pertanian dan Indonesia lebih maju,’’ ucap Imran.

Acara deklarasi Petebu mendukung Ganjar Pranowo Presiden 2024 ini merupakan kali kelima dilakukan para petani tebu. Sebelumnya, dukungan Petebu kepada Ganjar digelar di daerah Nganjuk-Jawa Timur, Kabupaten Karanganyar-Jawa Tengah, Kabupaten Ogan Ilir-Sumatera Selatan, dan Kabupaten Way Kanan-Lampung.

Sebelum deklarasi, para petani tebu Kabupaten Dompu menggaungkan Sumpah Palapa di kawasan perkebunan tebu. Hal ini dilatarbelakangi oleh tanah Dompu termasuk salah satu dari 10 wilayah yang ingin dipersatukan Gajah Mada pada masa pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit.

Selain itu, acara Petebu kali ini juga diwarnai dengan Gebyar Budaya Nusantara. Masyarakat perwakilan dari delapan suku yang tinggal di Kabupaten Dompu melakukan pawai memakai pakaian adat dari meliputi Bojo, Sasak, Jawa, Osing, Bali, Samawa, Flores, dan Madura, diiringi permainan Gendang Beleq, alat musik tradisional suku Sasak.

Mereka berjalan dari lokasi deklarasi menuju Lapangan Desa Surinomo dan disambut Reog Ponorogo, Maka Mihui, Prosesi Penerima Tamu adat Dompu hingga sejumlah tarian; meliputi tarian Gentau, Gandrung, serta Dompu. Ada pula diskusi permasalahan pertanian tebu, santunan anak yatim dan dhuafa, tasyakuran tebang tebu, dan penyerahan sembako bagi warga yang tidak mampu secara door to door.

Hadir dalam acara Perwakilan DPN APTRI, Dwi Irianto Suprihatmoko dan Roby Heranawan, Ketua Laskar Sasak, Lalu Wira Dharma Sengkana, Ketua Forum Kerukunan antar-Suku dan Agama Kecamatan Pekat, Masangang Losong, serta sejumlah kepala desa di Kecamatan Pekat; khususnya wilayah perkebunan tebu, meliputi Desa Surinomo, Desa Pekat, Desa Nangakara, Desa Doropeti, dan Desa Beringan Jaya.(r/*)