Beri Pelatihan Herbal Lanjutan, PT STM Hadirkan Dr Rianti Maharani

0
Coordinator Comdev PT STM, Saputra Alamsyah (kanan) pada acara penutupan pelatihan herbal lanjutan bersama dr Rianti Maharani, M.Si di SMKN 1 Huu. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – PT Sumbawa Timur Mining (STM) menghadirkan dr Rianti Maharani, M.Si yang dikenal sebagai dokter herbal pada pelatihan herbal lanjutan untuk pengembangan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) bagi warga Huu. Perusahaan juga komit untuk mengawal peserta pelatihan yang memiliki komitmen mengembangkan usaha penyehatan tradisional hingga sertifikasi.

“Ketika bapak ibu punya potensi untuk disertifikasi sebagai penyehat tradisional, kenapa tidak kita lakukan di sini,” kata Saputra Alamsyah, Coordinator Comdev PT STM pada acara penutupan kegiatan pelatihan, Rabu, 20 Juli 2022.

Pelatihan herbal yang difasilitasi Yayasan Alexa selaku konsultan PT STM ini menjadi pelatihan lanjutan selama 3 hari (18 – 20/7). Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori dan hasil penelitian herbal, tapi juga langsung dipraktikkan bersama dr Rianti Maharani, M.Si di aula SMKN 1 Huu.

Saputra Alamsyah mengatakan, para peserta kini semakin paham dan mengerti akan ramuan pengobatan tradisional yang memanfaatkan bahan – bahan yang ada di sekitar. Apalagi bahan – bahan pengobatan tradisional tersebut cukup banyak dan mudah didapatkan di sekitar lingkungan warga. “Apa yang kita dapatkan saat ini, kita implementasikan dulu untuk diri kita, keluarga kita, dan lingkup sekitar kita,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, komitmen perusahaan untuk tetap memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar daerah operasi. Komitmen itu, bukan hanya mengedepankan potensi tenaga kerja, tapi juga melalui program pemberdayaan untuk memaksimalkan potensi yang ada. “Inilah wujud komitmen perusahaan,” tegasnya.

Dr Rianti Maharani, M.Si selaku tutor mengungkapkan, pelatihan herbal dasar kemanfaatannya lebih kepada menjawab keinginan peserta untuk diri sendiri dan keluarga. Tapi herbal lanjutan, tahapannya sudah kepada upaya penyehatan orang lain dan masyarakat. “Kita mengarahkan dan memfasilitasi harapan mereka (peserta) ketika dulu ikut pelatihan. Mereka antusias, semangat dan ingin terus melanjutkan keilmuannya. Jadi setiap ada informasi baru, langsung dipraktikkan,” ungkapnya.

Ia pun berkomitmen untuk terus melanjutkan pendampingan kepada pelaku usaha herbal di kecamatan Huu ini melalui group WA dan pelatihan lebih lanjut. Termasuk mendampingi peserta yang fokus untuk dilakukan sertifikasi BNSP hingga ujiannya. (ula)