PMK Masih Mewabah, Membandel, Warga Nekat Bawa Ternak ke Pasar Hewan

Praya (Suara NTB) – Aktivitas pasar hewan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah kembali ramai. Meski Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai sejauh ini belum mencabut status penutupan pasar hewan pasca merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) awal bulan Mei lalu. Seperti yang terlihat pada Pasar Hewan Batunyala Praya Tengah, Sabtu, 23 Juli 2022, transaksi jual beli hewan ternak tampak sudah normal kembali.

“Sejak minggu kemarin, sudah mulai ramai. Tapi sekarang jauh lebih ramai lagi,” aku H.L. Saleh, pengunjung pasar. Ia mengatakan kalau sebelumnya aktivitas pasar masih sembunyi-sembunyi untuk menghindari pengawasan petugas, namun sekarang aktivitas sudah seperti sedia kala.

Pasar hewan Batunyala termasuk pasar hewan yang cukup ramai. Komoditas yang diperjualbelikan pun cukup beragam. Tidak hanya ternak sapi saja, tapi juga kerbau serta hewan ternak lainnya. Di pasar tersebut, tidak hanya pemilik ternak asal Loteng saja yang datang. Tapi juga dari luar Loteng.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Loteng, Taufikurrahman, PN., yang dikonfirmasi Suara NTB perihal aktivitas pasar hewan tersebut, menegaskan kalau pemerintah sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan yang membolehkan pasar hewan untuk dibuka. Dengan kata lain, status penutupan pasar hewan belum dicabut.

Dikatakannya, keberadaan pedagang di pasar hewan dikarenakan warga yang memaksakan diri untuk kembali beraktivitas. Padahal pemerintah daerah sampai saat ini belum mencabut status penutupan pasar hewan. Pasalnya, sampai sejauh ini penyebaran PMK masih berlangsung.

Data terakhir menyebutkan total sudah 27.367 ternak yang terjangkit PMK dengan 24.269 ekor di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Artinya masih ada 3.098 ekor ternak yang masih sakit dan dalam perawatan. Selain pengobatan, program vaksinasi PMK juga masih berjalan hingga saat ini. Dengan capaian sudah mencapai 1.261 ekor ternak dan masih akan terus berlangsung sesuai ketersediaan stok vaksin.

Ia menjelaskan, penutupan pasar hewan sesuai dengan intruksi pemerintah pusat dan baru bisa dibuka setelah kondisi memungkinkan. “Perintah Kepala BNPB, pasar hewan  ditutup dulu. (Kalau yang ada buka) Jadi minggu depan pasti akan ada penertiban oleh Satgas,” tandasnya. (kir)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...