Gunungan Sampah di TPAR Kebon Kongok, Akan Ditutup dan Dijadikan Destinasi Wisata

0
Warga mengais barang layak jual dari sampah yang dibuang di TPAR Kebon Kongok. (Suara NTB/ris)

Mataram (Suara NTB) – Gunungan sampah atau landfill Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat akan segera ditutup. Selanjutnya lokasi tersebut akan ditanami aneka pepohonan dan siap menjadi destinasi wisata alternatif di daerah ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB Julmansyah M.A.P mengatakan, saat ini perluasan TPAR Kebon Kongok sedang berproses dengan luas lima hektare plus di dalamnya ada area pabrik pengolahan sampah. Komunikasi dengan komponen masyarakat di Desa Taman Ayu masih terus dilakukan agar masyarakat setempat menerima dengan baik rencana ini.

“Sekarang untuk landfill kita sudah punya masterplannya. Landfill itu akan ditanami pohon dan menjadi tempat wisata,” ujar Julmansyah kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Julmansyah mengatakan, perluasan TPAR ini adalah solusi dari penutupan landfill ini. Kalau perluasan tak dilakukan, landfill tak bisa ditutup karena berdampak bagi kegiatan pembuangan sampah yang setiap hari dilakukan.

‘’Kalau perluasan dilakukan, kita tak kan menaruh sampah lagi di situ. Kita akan menata tempat itu kembali menjadi tempat yang layak,’’ tambahnya.

Masyarakat setempat memang mengeluhkan soal limbah cair sampah atau lindi yang keluar di bawah gunungan sampah. Namun DLHK sudah memiliki solusi yaitu dengan menghadirkan masin penyedot lindi dan parit penampung lindi sudah diperluas agar memudahkan proses penyedotan sehingga tak mengganggu lingkungan.

Terkait dengan adanya laporan dari aktivis lingkungan soal sebagian limbah cair sampah yang mengalir ke sungai, hal itu telah ditindaklanjuti dengan penutupan saluran tersebut. Sehingga saat ini tak ada lagi kebocoran limbah yang menuju sungai.

Julmansyah menjelaskan perluasan lahan TPA seluas lima hektare itu bukan semuanya menjadi tempat pembuangan sampah. Tetapi akan dibangun pabrik pengolahan sampah, salah satunya sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan teknik pirolisis. Kemudian Kementerian PUPR akan membangun pabrik pengolahan sampah organik menjadi pelet untuk campuran bahan bakar batu bara di PLTU Jeranjang.

Dikatakan, hanya 1,2 hektare saja yang akan menjadi lokasi pembuangan residu sampah di TPA Regional Kebon Kongok.  ‘’Sampah yang masuk tak semuanya ke residu. Tapi diolah dulu,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas LHK NTB, Kota Mataram menghasilkan sekitar 314 ton sampah per hari, 273 ton di antaranya masuk ke TPA. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat menghasilkan 175,4 ton per hari, 101,76 ton di antaranya masuk ke TPA. TPA Regional Kebon Kongok menjadi tempat pembuangan sampah yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat.(ris)