Festival Sungai Jangkok, Walikota Minta Lurah di Mataram Berinovasi

0
Sejumlah warga menghadiri Festival Sungai Jangkok di Kelurahan Pejeruk, Sabtu, 23 Juli 2022. Festival Sungai Jangkok baru pertama kali digelar di Kota Mataram. Lurah diminta mengadopsi dan berinovasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram H. Mohan Roliskana mengapresiasi penyelenggaraan Festival Sungai Jangkok yang digelar di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan. Program ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Lurah di Kota Mataram diminta berinovasi.

“Semangat ini memberikan dorongan dan saya minta lurah menduplikasikan dan berinovasi,” kata Mohan saat membuka Festival Sungai Jangkok di Kelurahan Pejeruk, Sabtu, 23 Juli 2022.

H. Mohan Roliskana

Walikota mengaku,memiliki kenangan di pinggir Sungai Jangkok. Saat itu, ia berjalan dan diikuti oleh empat orang anak kecil. Dari empat orang anak itu, hanya satu orang yang mengenalinya. Terlepas dari itu, ruang ekspresi dan ruang rekreasi semacam ini dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi dan membangun komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat lainnya.

Festival Jangkok dinilai sebagai bentuk komitmen luar biasa dan baru pertama kali digelar di Kota Mataram. Karena itu, kegiatan ini perlu ditularkan di tempat lain. Mataram sendiri memiliki empat sungai besar yakni Sungai Jangkok, Sungai Unus, dan Sungai Ancar. “Pak lurah harus konsisten dan dilaksanakan dengan baik, apalagi ini mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat,” terangnya.

Dijelaskan, Pemkot Mataram sendiri memiliki komitmen memberikan ruang publik bagi masyarakat, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik saja. Dicontohkan, lapangan umum Sangkareang yang berada di pusat kota menjadi pusat konsentrasi masyarakat untuk berkegiatan. Artinya, adanya lokasi ruang publik baru lagi bisa memecah konsentrasi, sehingga ruang interaksi tidak terfokus di satu tempat saja. Dampaknya tidak saja dari sisi ekonomi, melainkan bisa membantu pemerintah memelihara daerah dengan menjaga kekompakan serta mendukung program pemerintah lainnya.

Mohan menyampaikan, luas Kota Mataram 61,3 kilometer atau 0,23 persen dari luas provinsi NTB. Maka ruang terbuka dinilai penting untuk membangun interaksi sosial. “Kita punya 50 kelurahan dan 325 lingkungan. Saya minta lurah berinovasi dan mengadopsi program semacam ini,” kata Mohan menegaskan. (cem)