Wabah Chikungunya Meluas, Hampir Semua Kelurahan di Kota Bima Terdampak

0
Ilustrasi

Kota Bima (Suara NTB) – Wabah chikungunya, salahsatu penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti terus meluas di wilayah Kota Bima, bahkan saat ini hampir semua Kelurahan di Kota setempat terkena dampak.

“Sekarang di Kota Bima lagi tren kasus chikungunya, hampir semua Kelurahan berdampak,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad S.Sos.

Ia mengatakan, karena wabahnya teeus meluas dan hampir semua kelurahan terdampak, Walikota Bima telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh Pemerintah Kelurahan agar meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat serta meningkatkan budaya gotong royong membersihkan lingkungan.

“Sudah ada surat edaran Walikota. PHBS  ditingkatkan, budaya gotong royong membersihkan lingkungan terus digencarkan,” katanya.

Ia mengaku, jika lingkungan tidak bersih dan tetap kotor, dipastikan wabah chikungunya akan terus berkembang dan tidak akan hilang. Pasalnya lingkungan kotor, yang tidak pernah terjaga dan terawat kebersihannya akan menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

“Kunci menghilangkan wabah ini adalah lingkungan bersih yang tetap terjaga agar jentik nyamuk tidak berkembang,” katanya.

Saat ditanyakan jumlah penderita chikungunya di Kota Bima saat ini, Ahmad justru menjawab sangat banyak dan bahkan hampir merata di semua Kelurahan. Penyebabnya banyaknya warga terkena penyakit itu juga karena dipengaruhi faktor cuaca panas dan dingin. “Faktor hujan dan panas yang terjadi membuat imun tubuh menurun, ini juga membuat banyaknya warga menderita chikungunya,” katanya.

Meski begitu, lanjut dia, beruntungnya warga yang terkena chikungunya di Kota Bima tidak ada yang dirawat di Puskesmas atau Rumah Sakit. Selain itu, penderita chikungunya juga tidak berisiko yang menyebabkan meninggal dunia.

“Penderita chikungunya hanya cukup istirahat saja, tidak berisiko atau membuat fatal hingga meninggal dunia. Hanya mengganggu aktivitas saja selama 7 hingga 10 hari,” pungkasnya. (uki)