Unizar Bersiap Buka Prodi S1 Ekonomi Syariah dan S1 Manajemen Bisnis Syariah

0
Pertemuan bertajuk “Overview: Usulan Pendirian Fakultas Agama Islam (FAI)” berlangsung di Ruang Rapat GA 8 Rektorat Unizar, pada Kamis, 21 Juli 2022.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka pendirian Fakultas baru di Universitas Islam Al Azhar (Unizar), diadakan pertemuan yang dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XIV (Empat Belas) Mataram. Pertemuan bertajuk “Overview: Usulan Pendirian Fakultas Agama Islam (FAI)” berlangsung di Ruang Rapat GA 8 Rektorat Unizar, pada Kamis, 21 Juli 2022.

Hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Rektor Unizar Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP., Wakil Rektor I Unizar Dr. Drs. Sahar, SH., MM., Wakil Rektor II Unizar Siti Ruqayyah, S.Si., M.Sc., Wakil Rektor III Unizar Fathurrahman, SE., M.Ak., Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengembangan Akademik Kemenag RI H.M. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D. Hadir juga Sekretaris Kopertais Wilayah XIV Mataram Dr. H. Nazar Naamy, M.Si.; beserta sejumlah pejabat struktural lainnya dan para dosen yang ada di lingkungan Unizar.

Rektor menyambut baik kehadiran pihak dari Kemenag RI dan Kopertais Wilayah XIV ke Unizar. Dalam sambutannya, dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang keagamaan, kegiatan perekonomian syariah sangat dibutuhkan.

“Dalam rangka, tentu saja, meningkatkan pemahaman tentang keagamaan, apalagi di era sekarang ini, kegiatan ekonomi Islam itu kita butuh untuk penambahan tenaga-tenaga yang memang berkualitas pemahamannya tentang perekonomian syariah. Karena tidak jarang kita jumpai ada yang namanya ekonomi syariah, tetapi ternyata dalam pelaksanaannya itu hanya namanya saja. Mirip-mirip saja dengan yang lain-lain. Hanya ganti nama,” ujar Ansyar.

Oleh karena itu, pihaknya konsentrasi sementara ini untuk ekonomi Islam. Saat ini kami mengusulkan ada dua program studi, yakni S1 Ekonomi Syariah dan S1 Manajemen Bisnis Syariah.

“Kami siapkan beberapa dosen untuk itu. Dari overview ini, bila ada yang perlu kami lengkapi dan hal yang dianggap kurang, kami insya Allah akan melakukan gerak cepat untuk menyelesaikannya,” ujar Ansyar.

H. Nazar Naamy selaku Sekretaris Kopertais Wilayah XIV Mataram menyampaikan sejumlah fakta terkait dengan usulan program studi yang ter-black list selama periode Juli – Agustus 2021.

Menurutnya, Kopertais sedikit agak ketat terkait hal-hal yang sifatnya normatif untuk menegakkan aturan-aturan. Pihaknya tidak mau mengulang kembali pekerjaan yang begitu berat karena ada 19 program studi yang diusulkan pada masa periode Juli-Agustus 2021 kemarin ter-black list dari 34 Perguruan Tinggi yang ada di bawah Kopertais XIV Mataram.

‘’Dari 112 program studi, 19 ter-black list. Kenapa sampai begitu banyak? Karena tidak memenuhi syarat peringkat minimal. Syarat perlu akreditasi yaitu Kurikulum, Sumber Daya Manusia (SDM), dan Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI),” jelas Nazar.

Terkait dengan dua Program Studi baru yang diusulkan pihak Unizar, Nazar berharap tahun ajaran sudah bisa menerima mahasiswa baru. Pihaknya tidak meragukan Unizar berkaitan dengan fasilitas-fasilitas, sehingga secara terbuka menyampaikan kepada Kasubdit untuk segera memproses keluarnya izin operasional dua program studi ini (S1 Ekonomi Syariah dan S1 Manajemen Bisnis Syariah, red).

‘’Karena ini akan menambah alternatif bagi masyarakat untuk mengikuti pendidikan di Unizar,” ujarnya.

Kasubdit Pengembangan Akademik Kemenag RI, H.M. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D., memaparkan pentingnya Akreditasi Perguruan Tinggi. Ia meyakini Unizar sudah matang daam mempersiapkan prodi.

“Dalam hal ini, yaitu Fakultas Agama Islam. Insya Allah kalau sudah ada prodinya, Fakultasnya mesti diizinkan. Masalah akreditasi itu adalah tanggung jawab kita bersama, collective responsibility, bukan saja Lembaga Penjamin Mutu. Budaya mutu harus dimiliki di semua lini: Dosennya, Sistem Penjamin Mutu, Sarana Prasarana penunjang lainnya. Akreditasi adalah memotret realitas yang ada. Bukan realitasnya nggak ada, tapi diada-adakan, akhirnya kerepotan sendiri,” jelasnya.

Kehadiran kedua pejabat ini tentu memberi pandangan dan motivasi tersendiri bagi seluruh civitas akademika Unizar untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi terkait akreditasi, serta melengkapi hal-hal yang masih diperlukan terkait dengan persiapan pendirian Fakultas Agama Islam dengan dua Program Studi yang diusulkan. (ron)