Seleksi JPTP, Peluang Pejabat Beradu Gagasan

0
Para peserta seleksi JPTP di Lingkup Pemkot Mataram mengikuti rapat teknis sebelum proses penyampaian makalah dan wawancara mendalam pada Jumat, 22 Juli 2022 di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram. Seleksi JPTP menjadi ajang untuk menyampaikan ide dan gagasan para pejabat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sebelas pejabat dinyatakan lolos seleksi administrasi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) oleh panitia panitia seleksi (Pansel) Pemkot Mataram. Para pejabat akan beradu ide dan gagasan di hadapan tim pansel sebelum terpilih menjadi tiga besar.

Para peserta pada Jumat, 22 Juli 2022 mengikuti rapat teknis sebelum proses presentasi makalah dan wawancara mendalam. Sebelas peserta yakni Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kota Mataram, Leni Oktavia, Kepala Sekretariat Bawaslu Lalu Ridwan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Gusti Ayu Sri Mahakarmiati, Kepala Bidang Inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan, Isnaini, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan,  M. Carnoto SKM, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, H. Zuhhad, Pengawas pada Dinas Pendidikan,  Yusuf, Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Dinas Sosial, Akmatul Akhsan, dan Pengawas pada Dinas Pendidikan, Abdul Kadir. Selanjutnya, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Mataram, Mohammad Iswan dan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ahmad Muzaki.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Mataram Mohammad Iswan dikonfirmasi usai menghadiri rapat teknis mengaku, tiga kali ikut seleksi JPTP yang diselenggarakan oleh Pemkot Mataram. Keikutsertaannya ini untuk mendukung visi-misi Walikota dan Wakil Walikota Mataram di sektor pendidikan. “Saya sudah tiga kali ikut pansel,” kata Iswan.

Ia memahami seleksi terbuka menjadi ajang untuk beradu gagasan dengan para pelamar lainnya. Karena itu, ia menangkap sekaligus menawarkan ide bahwa di era perkembangan teknologi dan kondisi pandemi Covid-19, pemanfaatan teknologi informasi dibutuhkan dalam sistem pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan teknologi dirasa sangat relevan dan siswa sudah beradaptasi dengan teknologi saat ini.

Peserta lainnya, Ahmad Muzaki yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram mengatakan, keikutsertaannya pada seleksi terbuka JPTP untuk memberikan kontribusi pemikiran kepada Pemkot Mataram. Khusus di Dinas Pendidikan, ia menawarkan perbaikan sarana prasarana, sumberdaya manusia, dan sistem pendidikan.

Menurutnya, sistem pendidikan harus diatur ulang apa yang harus dibenahi dan ditinggalkan. Selama ini, ia melihat sekolah dianggap favorit oleh masyarakat cenderung kelebihan siswa. “Sedangkan, sekolah yang tidak favorit malah tidak memiliki siswa. Nah, ini yang harus kita benahi,” terangnya.

Sementara itu, H. Zuhad juga menawarkan ide untuk mencegah penyakit stunting di Kota Mataram. Stunting menjadi isu nasional, sehingga perlu adanya intervensi oleh pemerintah daerah. Penanganan stunting ini juga searah dengan kebijakan atau sesuai dengan visi-misi kepala daerah untuk peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas.

Baik Zuhad, Muzaki,dan Iswan mengaku, para peserta memiliki kompetensi yang bagus sehingga diperkirakan persaingan untuk masuk posisi tiga besar cukup ketat. Kendati demikian, ketiganya optimis menjadi yang terbaik.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Hj. Asnayati menyebutkan, peserta seleksi JPTP telah memenuhi kuota. Untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan terdapat sembilan pelamar dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memiliki empat pelamar. (cem)