Penumpang Kapal Cepat Menuju Senggigi Diwajibkan Sertifikat Vaksin

0
Kapal cepat yang melayani penyeberangan rute Senggigi –Padangbai. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Serifikat vaksin diwajibkan bagi penumpang kapal cepat yang masuk pelabuhan Senggigi dari Senggigi menuju Padangbai, Bali. Sejauh ini, pemberlakuan kembali pemeriksaan sertifikat vaksin sebagai syarat penyeberangan kapal cepat tak berpengaruh pada penumpang jasa penyebrangan itu.

“Sejauh ini tidak ada pengaruh, karena calon penumpang rata-rata sudah memenuhi persyaratan perjalanan,” ungkap Kepala UPT Pelabuhan Senggigi, Herman Zulkifli, saat dikonfirmasi kemarin. Di mana pemeriksaan sertifikat vaksin dan penyediaan kembali layanan rapid antigen bagi yang belum booster sudah mulai tersedia di Pelabuhan Senggigi, sejak Minggu, 17 Juli 2022

Kendati demikian, ia mengaku bahwa peningkatan pengunjung sejak awal dibukanya rute itu pun sudah mencapai 50 persen. ‘’Fluktuatif kalau penumpang, tapi rata-rata 35 orang yang berangkat pergi melalui Pelabuhan Senggigi,’’ ujarnya.

Peningkatan penumpang ini pun, disebut Herman tidak hanya yang berangkat dari Senggigi. Tetapi wisatawan yang datang dari Bali pun sudah mulai menunjukkan peningakatan. Yang bahkan didominasi oleh turis mancanegara. ‘’Alhamdulillah yang turun juga ada peningkatan. Wisatawan mancanegara yang lebih banyak,’’ pungkasnya.

Sementara itu kepala Dishub Lobar HM Najib mengatakan, kapal cepat yang melayani rute baru Senggigi-Padangbai mulai beroperasi, Juni lalu. Adanya rute Senggigi-Padangbai itu, diharapkan membuat penumpang merasa nyaman sehingga Kawasan Senggigi dan Kabupaten Lobar secara umum menjadi ramai kembali.

Kapal yang melayani rute ini adalah Kapal Eka Jaya, mulai pemberangkatan dari Pelabuhan Senggigi pukul 10.30 Wita. Kapal langsung ke Padangbai. Saat ini kapal tidak transit ke Gili Gede atau Nusa Penida seperti pada uji coba pertama. Jarak tempuh dari Padangbai sekitar 1 jam 15 menit.

Najib berharap, ada kapal lain yang juga tertarik melayani penyeberangan dari Senggigi. Sehingga ada banyak pilihan rute. Termasuk sesuai rencana awal, yaitu Senggigi-Gili Gede, dan langsung ke Nusa Penida.

‘’Semoga ada kapal lain,’’ kata Najib. Untuk mewujudkan itu, tentu akan ada koordinasi pemerintah daerah dengan pihak-pihak terkait. Seperti kerja sama antar Pemkab Klungkung, Bali. “Ke depan, kita juga koordinasi dengan beberapa travel di Bali agar mengarahkan tamu masuk ke wilayah Lombok Barat,” imbuhnya. (her)