Penuhi Syarat Jadi Kawasan Pariwisata Dunia, ITDC Bangun 11 Fasilitas TES di Kawasan The Mandalika

0
Foto udara fasilitas TES di dalam area sirkuit Mandalika yang sudah selesai dibangun. Rencananya ITDC akan membangun 11 fasilitas serupa di seluruh kawasan The Mandalika.

Praya (Suara NTB) – PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkomitmen menjadikan kawasan The Mandalika sebagai destinasi wisata kelas dunia. Sejumlah persyaratan yang dibutuhkan satu demi satu terus dilengkapi. Salah satunya persyaratan yang terkait aspek kebencanaan, berupa pembangunan fasilitas Temporary Evacuation Shelter (TES) atau tempat evakuasi sementara.

‘’Pembangunan TES ini merupakan bagian dari kesiapan mitigasi bencana khususnya di kawasan The Mandalika,’’ sebut Direktur Teknik dan SDM ITDC, Taufik Hidayat,  Jumat, 22 Juli 2022.

Secara keseluruhan, total ada sebanyak 11 TES yang akan dibangun di dalam kawasan The Mandalika. Namun untuk saat ini baru dua TES yang sudah selesai dibangun yakni TES di kawasan Bukit Masjid Nurul Bilad serta Bukit 360 di dalam area sirkuit Mandalika. Ditambah satu TES di wilayah Bukit Merese saat ini masih dalam proses pembangunan.

‘’Fasilitas TES ini penting karena berfungsi sebagai tempat berkumpul ketika terjadi bencana alam. Baik itu berupa gempa bumi maupun tsunami. Hingga kemungkinan kecelakaan kerja seperti kebakaran. Sehingga memudahkan proses evakuasi nantinya,’’ jelasnya.

Ia menambahkan, penyiapan TES tersebut merupakan salah satu syarat yang wajib dimiliki sebuah kawasan pariwisata berstandar internasional. Sekaligus untuk semakin meyakinkan wisatawan dan pelaku wisata lainnya yang datang bahwa The Mandalika merupakan kawasan wisata yang aman.

Pembangunan TES di area sirkuit Mandalika dan Bukit Merese merupakan bagian dari Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP) yang dibiayai oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Di mana MUTIP sendiri merupakan pembiayaan pertama secara standalone (mandiri) yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata.

ITDC sendiri kata Taufik, berkomitmen melanjutkan pembangunan TES yang sudah masuk dalam rencana kerjanya. Tersebar di sejumlah titik evakuasi mulai dari zona barat hingga timur kawasan The Mandalika. Seperti  Bukit Benjon dan Bukit Seger untuk zona barat. Kemudian Bukit Merese untuk zona tengah, hingga Gerupuk untuk zona timur.

Di setiap TES yang dibangun dapat menampung rata-rata hingga 500 orang dan dilengkapi dengan jalan akses serta fasilitas umum yang memadai untuk dapat digunakan oleh wisatawan dan pelaku wisata lainnya di The Mandalika.

‘’Dalam penentuan lokasi pembangunan TES sendiri ada kriterinya. Pertama, wajib mengikuti pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berada pada ketinggian lebih dari 16,3 meter dari permukaan laut serta lokasinya haruslah strategis dan mudah dijangkau,’’ tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain berfungsi sebagai tempat tujuan evakuasi bencana, TES ini juga nantinya dapat difungsikan sebagai spot wisata baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika. Sehingga didesain sedemikian rupa agar ke depannya para wisatawan juga dapat mengakses wilayah ini sambil menikmati keindahan alam The Mandalika.

“Harapan kami melalui mitigasi kebencanaan yang telah dan akan disiapkan ini bisa semakin melengkapi kawasan The Mandalika sebagai standar kawasan pariwisata internasional yang terintegrasi. Sekaligus dapat memberikan jaminan keamanan wisatawan dan pelaku wisata lainnya dari faktor kebencanaan,” tutupnya. (kir)