Meningkat, Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Lobar

0
Erni Suryana (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Hari Anak Nasional (HAN) diperingati pada tanggal 23 Juli setiap tahun. Namun di balik perayaan Hari Anak Nasional itu, justru masih banyak anak yang menjadi sasaran kekerasan, baik fisik, pelecehan seksual dan pernikahan dini. Seperti di Lombok Barat (Lobar), kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak meningkat. Tahun ini saja, dari Januari sampai Juni jumlah kasus mencapai 75 kasus.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lobar, Erni Suryana mengatakan kasus kekerasan dan pelecehan seksual memang meningkat. “Memang meningkat kasus kekerasan anak (fisik, pelecehan seksual) terhadap anak,” terang Erni, Jumat, 22 Juli 2022.

Berdasarkan data DP2KBP3A, jumlah kasus kekerasan anak baik fisik, pelecehan seksual di Lobar tahun ini, dari Januari sampai Juni sebanyak 75 kasus. Jumlah kasus ini meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 63 kasus. Dari jumlah kasus ini terbanyak perkawinan anak dan kekerasan seksual.

Namun ia mengklaim, meningkatnya jumlah temuan kasus sebagai bentuk keberhasilan sistem dan program yang dibangun oleh pihaknya, sehingga itu mulai dirasakan oleh masyarakat. Artinya, masyarakat sudah paham ketika mendapatkan kekerasan atau di sekeliling mereka ada kejadian kekerasan seksual, baik perempuan dan anak sudah merespons.

‘’Masyarakat paham kemana melapor, kapan melapor dan kondisi seperti apa yang harus dilaporkan,’’ ungkapnya.

Kasus yang dialami anak jelas dia, ada perkawinan usia dini, beberapa kasus pelecehan seksual. Bahkan ada orang tua yang menyetubuhi anaknya. “Seperti itu dah kasus-kasus yang kita tangani,” ujarnya.

Dikatakan, kasus kekerasan dan pelecehan ini dilakukan oleh pihak di lingkungan terdekat, artinya dari kalangan keluarga sendiri. Namun sejauh ini kesadaran masyarakat sudah meningkat, hal ini dilihat dari laporan kasus itu dari pihak keluarga korban, sehingga pihaknya langsung melakukan penanganan.

Kategori yang mendapatkan kekerasan ini usia 0-18 tahun. Dan rata-rata kasus kekerasan seksual anak di bawah usia 15 tahun bahkan ada yang di bawah 10 tahun. “Dan rata-rata pelaku orang terdekat, ada di lingkungan terdekat keluarga itu,” ujarnya. (her)