Diperlukan, Peningkatan Literasi Baca Tulis untuk Siswa

0
Tim Kantor Bahasa NTB menyampaikan materi pemahaman dan pokok-pokok praktik baik literasi.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Peningkatan literasi baca tulis generasi muda atau siswa merupakan hal yang sangat menasar dalam rangka memahami dan menjalankan praktik baik literasi di sekolah. Kantor Bahasa Provinsi NTB terlibat dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 8 Mataram, pada Rabu, 20 Juli 2022.

Dalam kegiatan tersebut tim Kelompok Kepakaran Layanan Profesional Literasi (KKLP) Kantor Bahasa diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi pemahaman dan pokok-pokok praktik baik literasi.

Siswa baru SMAN 8 Mataram sangat bersemangat menerima materi literasi yang disampaikan tim KKLP Literasi. Tim Literasi Kantor Bahasa Nurcholis Muslim, S.S., mengatakan, materi diawali dengan pengujian kemampuan menulis siswa, materi menulis diujicobakan pada topik menulis pengalaman hidup masing-masing. Namun demikian, peserta MPLS merasakan betapa susahnya menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan dan hal tersebut terlihat dari hasil menulis siswa.

“Narasi tulisan yang siswa buat sangat minor dan kemampuan mereka untuk mengeksplorasi ide sangatlah terbatas terutama dalam penguasaan gramatika dan diksi. Khazanah vokabuler (penggunaan kelas kata: nomina, verba, ajektiva, dan konjungsi) masih sedikit. Rerata siswa belum mampu merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang sempurna (kalimat dalam bentuk narasi termasuk penggunaan konjungsi), sehingga ide dan gagasan belum tersusun kohesif,” ujarnya.

Selanjutnya, Nurcholis Muslim  memberikan beberapa materi. Pertama, mengenai teknik memahami isi teks tertulis yang bertujuan agar pemahaman yang didapatkan dalam bacaan bisa digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan potensi diri. Kedua, teknik menuangkan gagasan dan ide dalam tulisan yang tersusun baik. Ketiga, teknik itulah yang menjadi kemampuan dasar memahami literasi baca tulis.

“Jika teknik-teknik itu dapat dikuasi dan dibiasakan maka siswa akan mudah memahami teks alfabet ataupun teks numerasi dan lain-lain,” ujar Nurcholis Muslim.

Dalam kesempatan lain, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas menambahkan penguatan literasi di sekolah akan menjadi langkah dasar dalam penguasan literasi global. Ia menyampaikan semua literasi berpangkal dari penguasaan literasi baca tulis. Jika literasi baca tulis sudah mapan maka untuk memahami literasi yang lain sangat mudah. (ron)